Pages

Subscribe Twitter

Senin, 07 September 2009

Malaysia.... ada apa dengan dirimu?


Sekarang Indonesia lagi perang urat nadi sama malaysia. Berkali-kali Malaysia diberitakan mencuri berbagai hal yang jelas-jelas milik Indonesia. Kalau sekali dua kali sih.. masih bisa berprasangka baik dan dianggap hanya ulah orang-orang iseng. Tapi kalau sudah belasan bahkan lebih dari dua puluh kali fenomena ini terjadi, maka gak bisa tidak ini terjadi atas dasar salah satu dari dua hal: 1. terorganisasi oleh kelompok resmi (negara) atau tidak resmi (intel, provokator dan lainnya) demi mencapai tujuan tertentu 2. Sebuah budaya masyarakat yang memang berkembang karena perasaan malu tidak punya budaya sekaya Indonesia yang bisa dijadikan daya tarik pariwisata. Apapun sebabnya, peristiwa ini tidak dapat diterima oleh bangsa Indonesia.

Dulu sengketa perbatasan dan perebutan klaim pulau. Sekarang sengketa klaim lagu rasa sayange, tari pendet, batik, wayang, reog ponorogo, dan keris dan terakhir kuda lumping.

Saya sendiri sekarang masih bersikap netral. Artinya, saya tidak mau mengikuti arus mengganyang malaysia dan menjelek-jelekkan malaysia. Mengapa? karena memang saya belum menemukan alasan mengapa saya harus benci Negara Malaysia. Selama ini saya hanya tahu dari berita di TV bahwa Malaysia begini dan begitu. Tapi saya belum tanya apa pembelaan Malaysia atas pemberitaan miring yang disampaikan di Indonesia. Allah berfirman dalam kitab sucinya : jika datang suatu berita buruk dari orang fasik, maka tabayunkan dulu. Apa benar seperti itu adanya, atau dibuat-buat oleh sekelompok tertentu yang memang menginginkan hal ini terjadi.

Ingin rasanya saya berbicara dengan orang Malaysia dan bertanya apa pendapat mereka mengenai masalah ini. Saya juga ingin mendengar pendapat pemerintah Malaysia mengenai perkara ini. Saya juga ingin mendengar penjelasan ulama Malaysia dan MUM (Majelis Ulama Malaysia) atas perkara ini. Kalau semuanya sudah berpendapat, maka barulah saya bisa menentukan sikap. Saya rasa ini adalah sikap yang bijak kalau kita mau menjudge sesuatu sebelum ikut-ikutan arus seperti keadaan saat ini. Saya harap ada orang Malaysia yang membaca tulisan saya ini.

0 komentar:

Posting Komentar