Pages

Subscribe Twitter

Jumat, 15 Mei 2009

Saya ...... (Diantara para akhwat!!!)

Kiri!!!!!!!!!

Ah…… Akhirnya kudengar juga. Kata itu yang kutunggu dari tadi. Kata yang menyalakan kilatan semangat pada mataku. Kata yang membuatku bisa bernafas lega. Andaikata kata itu tidak keluar, maka mungkin aku yang akan mengucapkannya sebelum atau saat kata itu diucapkan orang lain. Tapi, untung aku bisa bersabar dari mengucapkan kata itu. Memang, kata itu bukan untaian mantera dari seorang nenek sihir. Tetapi, kata itu bisa menyihir kakiku yang sedari tadi pegal bisa meregang dan kembali bersemangat. Kini senut-senutnya sudah hilang. Dadaku kembali berkembang. Terasa aura kebebasan menyelimuti diriku. Bayangkan ada kipas angin listrik menyembur wajahku. Ya, sesegar itulah aku setelah mendengar satu kata majik itu. Karena….. kata itu telah membuatku bisa duduk lega dia atas bangku panjang sebuah angkot jurusan Soreang. Setelah sebelumnya pinggulku berada di ambang hidup dan hampir saja mati rasa karena bertumpu pada ujung bangkunya yang tajam.

Kini pinggulku bebas meraba empuknya tempat duduk. Terjepit sempurna diantara pinggul tante-tante di kiri dan kananku.

Setidaknya kini nafasku panjang. Hah…………… lega.

***

Ada yang aneh sore itu. Bukan. Bukan hanya sore itu. Tetapi, hampir setiap sore aku selalu menemui kejanggalan itu. Dasar akunya yang tak pernah mempermasalahkannya (panjang juga kata yang satu ini ). Yang janggal di angkot soreang itu adalah, selalu saja setiap sore dominan penumpang angkot soreang adalah kaum hawa alias wanita. Setahu aku Soreang bukanlah negeri wanita. Banyak juga kaum adamnya. Tetapi, mengapa kebanyakan penumpang angkot di sore hari adalah wanita? Kemana para prianya? Sering aku mencatat rekor sebagai satu-satunya ikhwan diantara jejalan manusia-manusia halus itu. Keingintahuan itu akhirnya memuncak dan memaksa untuk bererupsi. Tak bisa rasa penasaran ini kubiarkan begitu saja. Aku butuh teman curhat. Kemana para laki-lakinya? Mengapa hanya aku dan supir yang bergender laki-laki? Bahkan pernah dua kali kenek angkot itu juga adalah perempuan! Ya Allah! Sebegitu banyakkah kaum hawa sampai-sampai sulit mencari ikhwan yang naik angkot soreang?! Wahai para lelaki!! Wahai kaum adam!! Dimana engkau saat aku menaiki angkot seorang diri sebagai lelaki?! Dimana engkau saat aku berdesaka-desakkan dengan tante-tante hingga pinggulku susah untuk mencari tempat berlabuh?! Dimana engkau saat kenek angkot soreang juga mulai digantikan oleh kaum hawa?! Apakah dunia ini akan kiamat? Mengapa akhwat ada di mana-mana???!! Mengapa di dalam angkot aku menjadi sulit menjaga pandangan gara – gara keberadaan akhwat di kanan kiri depan ku? Oh…. Tuhan…. Gerakkan hati para ikhwan agar mau naik angkot Soreang sore hari..! gerakkan hati para pemuda agar bisa mengasihani diriku yang terjepit diantara perempuan-perempuan itu….!

Turun dari angkot aku bertekad menceritakan hal ini pada orang di rumah. HARUS!

Kutanya adikku, si Nanda, “Nan, sekarang aneh, ya, sore-sore gini laki-laki pada gak naik angkot. Kemana sih mereka?”

Kutanya dia dengan penuh keingintahuan dan kekesalan. Kuceritakan kekhawatiranku padanya bak seorang penyair yang melantunkan puisi kesedihan atas bencana yang terus menerus menimpa bangsa ini. Mataku memerah. Kuharap jawaban Nanda bisa menjadi hujan atas kegersangan hatiku ini.

Ah!, akhirnya mulut Nanda terbuka. Jawaban itu…. Meluncur dari lubang mulutnya……

“Di, sekarang mah jamannya laki-laki naik motor. Makanya buruan beli motor!”

~Sumbangan bisa dikirimkan ke rekening Bank Syariah Mandiri cab. Dago dengan no. 0077 069 748 atas nama Yahdi Siradj. Terima kasih.


*Foto tidak menggambarkan kejadian sebenarnya. Maklum, waktu itu tidak ada wartawan yang meliput :D

7 komentar:

gagasan kehidupan mengatakan...

he..he... ^_^
antm bebakat jg bikin cerpen., ma ane terbitkan
lumayan royaltinya uat beli motor

meri mengatakan...

hehe.. lucu :D. Kirain serius. Nice..

Anonim mengatakan...

hihihihi...lucu juga ini cerita...adiknya itu juga lucu...sama pula namanya dengan saya...salamin saya sama si adik...dia emang pinter ngasi saran ke aa' nya...hehehehe

Anonim mengatakan...

om om itu angkot gak salah!? itu mah jurusan cinahiledeng, walau ilustrasi yang pas dong heehhe

yahdi siradj mengatakan...

hehehe... kan dah dijelasin di caption fotonya...

Anonim mengatakan...

adik mana yang bilang kaya gitu. sini saya jitak dulu. semprul. saya banyak liat laki2 naik angkot. teman-teman saya cukup banyak yang naik angkot. cuman kan klo motor lebih sering dipake laki-laki disamping laki-laki lebih berani dengan konsekwensi motor. dan mungkin semakin naiknya ongkos kendaraan umum membuat banyak pria memilih naik motor yang biaya bensinnya bisa lebih murah dari pada naik angkot.
mudah2an bisa membantu menambah pandangan lain soal banyakny wanita di angkot.

eduardoxmenezes mengatakan...

oooh ini ya asal muasal dapet motor teh wkwkwk

Posting Komentar