Pages

Subscribe Twitter

Rabu, 22 Juli 2009

FATWA MAJELIS ULAMA SAUDI ARABIA

Majelis Ulama Saudi Arabia memberikan fatwa bahwa RING TONES dengan nada ayat-ayat Al-Qur’an adalah HARAM karena ayat Al-Qur’an yang sedang berdering/berbunyi kemudian kita mengankat telepon akan merubah arti dari ayat tersebut sehingga ayat Al-Quran itu menjadi tdk lengkap dan mempunyai arti berbeda.

 Al-Qur’an adalah untuk petunjuk bukan sebagai RINGTONES.

*BE ADVISED *

 Jangan katakan/tulis MASJID dengan MOSQUE (walaupun sesuai di kamus maupun Kamus Oxford berarti masjid) namun Organisasi Islam menemukan bahwa

mosque = mosquitoes (nyamuk)

jangan menulis “MECCA” tapi selalu tulislah MEKKAH (sebisa mungkin hindari)

Because Mecca = house of wines

Jangan menyingkat dengan MOH’D tapi selalu menulislah dengan lengkap “ MUHAMMAD”

Because Moh'd = the dog with big mouth.

Jangan menyingkat assalamualaikum dengan Ass

Ass = pantat

 

Jangan menyingkat InsyaALLAH dengan 4JJI (biasanya dlm SMS)

4JJIĆ  for Jesus Judas aL Masih

Forward it to as many Muslims as you can for awareness & Sawab.

 Tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi jika anda tidak forward email ini. Namun yang utama adalah ini adalah tugas kita untuk Menyebarkan informasi ini kepada saudara kita sesama muslim
(Didapat dari Yahoo Mail - Nina Astuty)
~sayang tulisannya merupakan olahan, bukan teks aslinya. Jadi kurang kuat untuk dijadikan pegangan. Namun cukup untuk membuat kita lebih waspada dalam berbahasa.

PPT siap temani sahur Ramadhan 1430 (2009)

Sinetron PARA PENCARI TUHAN jilid 3 (PPT 3) siap menemani sahur pemirsa SCTV di bulan Ramadhan mendatang. Dalam dua tahun terakhir, sinetron produksi PT DEMI GISELA CITRA SINEMA ini memperoleh share tertinggi untuk program sahur. Menurut catatan, 40 persen penonton TV pada jam tayang sahur (sekitar pukul 2.30-4.30) memilih PPT sebagai tontonan.

“Atas permintaan penonton, kami melanjutkan cerita yang tetap sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, rencananya, tahun ini kita akan bikin empat puluh episode,” kata Deddy Mizwar, produser yang juga turut berperan dalam sinteron arahan sutradara Kiki Zkr tersebut.

Wahyu HS, penulis skenarionya, menuturkan, PPT 3 akan tetap menampilkan tokoh-tokoh yang sudah dikenal sebelumnya dengan beberapa tambahan tokoh baru. “Ceritanya tentu semakin seru, menggugah hati, menggugah kesadaran religiusitas kita, melalui problem yang semuanya tampak dalam kehidupan nyata sehari-hari,” kata Penulis Skenario Terpuji Festival Film Bandung 2008 ini. Misalnya, Wahyu merinci lebih jelas, dalam PPT 3 ada cerita mengenai pemilihan Ketua RW dengan penggambaran yang bisa dilihat secara nyata dalam suasana pemilu saat ini. “Bagaimana para capres, eh cakwe, calon ketua RW, berusaha menarik perhatian simpati masyarakat dengan perilaku yang seolah-olah peduli terhadap rakyat kecil,” tambahnya.

Wahyu menambahkan, selain cerita itu, tentu masih ada cerita lain yang tak kalah menarik. Misalnya romantisme cinta segitiga antara Azzam (Agus Kuncoro), Aya (Zaskia Adya Mecca), dan Kalila (Artha Ivano), yang semakin bikin geregetan. Kemudian Bang Jack (Deddy Mizwar), yang kini sudah haji, merindukan kembali ke Mekkah.

Lalu, bagaimana nasib Barong, Juki, Chelsea, trio mantan narapidana yang kini sudah bergelar haji? Bagaimana persahabatan Asrul (Asrul Dahlan) dan Udin (Udin Nganga) yang memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji? Apakah Ustad Ferry (Akri Patrio) masih bersikeras ingin jadi Ustad Gaul yang sering tampil di TV? Bagaimana dengan Baha (Tora Sudiro) yang berusaha keras untuk menghentikan kebiasaannya meneguk minuman keras?

“Nonton aja deh nanti di bulan Ramadhan,” kata Deddy Mizwar, memungkas percakapan.
(Dari grup PPT di Facebook)

Sabtu, 11 Juli 2009

Capres dan Doraemon



Saya dapet dari milis. Kok bisa ya, Fujiko Fujio membuat karakter yang mirip dengan capres sekarang?



Jumat, 10 Juli 2009

Tools-Tools Rapidshare yang jalan dan tidak jalan

Tulisan ini lanjutan dari tulisan saya mengenai cara mereset countdown di Rapidshare. Pada tulisan ini saya lebih membahas review dari tools-tools yang ditawarkan dari Buku "Teknik Baypass Rapidhsare Hacking" di bab Teknik Bypass Rapidshare dengan Rapidtools. Dalam bab itu ditawarkan beberapa tools yang dikalim bisa memudahkan proses download bahkan dapat mendownload dengan seolah-oleh memiliki hak akses Premium (multiple Download at one time, faster downloading etc.) Nah, saya telah mencobanya dan saya akan membahasnya untuk Anda.

Rapidown
Aplikasi ini dapat didownload di www.download.com/Rapidown/3000-12776_4-10057160.html
Seri Rapidownnya adalah rapidown 5.9 SE.
Setelah saya mendownload dan menginstallnya saya memasukkan beberapa link rapidshare dan memulai download. Ternyata benar, proses downloading berjalan secara bersamaan untuk tiap filenya. Artinya hak akses Premium User yaitu Multiple Download dapat berjalan. Saya senangnya bukan main. Saya tinggalkan laptop saya menunggu proses download selesai.

Ketika saya kembali, file2 yang didownload sudah selesai. Kini tinggal saya gabung dengan Aplikasi HJ Split dan diextract. Tetapi saya kemudian kaget. Karena ketika saya mencoba mengekstrak Winrar mengatakan bahwa file tidak bisa diekstrak alias Error Content bla bla bla... duh... saya sedih. Sudah berjam-jam saya mencoba tetapi file yang diinginkan tidak didapat jua. Kemudian saya coba file yang lain. Yang ukurannya hanya 1 atau 2 mb. kemudian saya coba ekstrak kembali. Hah! gak bisa juga... saya kemudian memiliki firasat bahwa Rapidown telah mempermainkan saya. Kemudian saya coba cari informasinya di internet. Adakah orang2 yang senasib dengan saya ? ternyata BANYAK! akhirnya eksperimen berakhir dengan kekecewaan bahwa Rapidown hanyalah tools penipu.

Universal Shared Downloader
Di buku, Aplikasi ini bisa didapat di http://file.softsea.com/Download_Manager/USDownloader134.zip
Setelah saya coba justru keluar  kata2 berikut :

Forbidden

You don't have permission to access /Download_Manager/USDownloader134.zip on this server.


Akhirnya saya coba cari link lain. Dan didapat di http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3365497/USDownloader.zip.html

Setelah saya install, pertama-tama kita disuruh memilih bahasa apa yang akan digunakan. Pilih saja English. Kemudian kita bisa meng-add link2 rapidshare. Kemudian klik tanda segitiga ka kanan. Otomatis file akan didownload. Namun program ini tidak bisa digunakan untuk multiple file download. Tetapi kelebihannya kita bisa menitip antrian file untuk didownload seharian. Semuanya serba Otomatis. Kalau file yang ingin didownload banyak dan ukurannya besar, tinggal saja seharian komputer kita untuk mendownload. Besok tinggal dilihat apakah file2 sudah terdownload atau belum.


J Downloader

Downloader lain yang cara kerjanya mirip dengan USDownloader adalah J Downloader. Ketika didownload dari situs resminya http://jdownloader.org/download/index

file yang diinstal bukan berupa installer jadi bisa langsung dipakai tanpa harus diinstal. Tapi ternyata ketika dicoba ternyata untuk meload program waktu yang ditunggu lama sekali. Jadinya tidak nyaman kalau setiap nyalain komputer waktu loading programnya lama. Tampilannya lebih stylish daripada USDownloader tetapi performa sama-sama aja. Kelemahan hanya di waktu loading program. Lebih baik pake USDownloader aja.

Ada lagi tool-tool lainnya yang belum sempat saya coba. Coba klik link ini : http://techalites.com/2008/06/03/how-to-resume-broken-rapidshare-download/



Selasa, 07 Juli 2009

Mereset counter Rapidshare

Beberapa bulan yang lalu saya membeli sebuah buku judulnya Teknik Baypass RAPIDSHARE Hacking. Tujuan saya membeli buku itu adalah agar saya dapat mendownload konten rapidshare layaknya Premium User yang tidak harus menunggu sekian detik untuk mendownload, dan dapat mendownload beberapa file dalam satu waktu. Buku ini terbagi atas 7 bagian subbab. Subbab-subbab itu yaitu :

  1. Mengenal Rapidshare
  2. Mencari konten di rapidshare, mengecek link file, mengecek happy hours
  3. Teknik Bypass rapidshare hacking - teknik reset counter time
  4. Teknik Bypass rapidshare hacking - Unlimited Download
  5. Teknik Bypass rapidshare hacking dengan Rapidtools
  6. Mendapatkan Premium Account dengan mengumpulkan poin
  7. Mendapatkan premium account secara legal
Dari ketujuh Bab itu bab-bab yang saya baca hanya bab 3, 4 dan 5. Karena sisanya memang sudah saya  fahami dari awal-awal. Akhirnya ilmu yang saya dapatkan itu langsung saya terapkan. Beikut laporannya :

Teknik Bypass rapidshare hacking - teknik reset counter time

Sebenarnya ada banyak cara yang ditawarkan untuk mereset counter time sehingga waktu yang berjalan mundur pada rapidshare dapat segera menjadi "0". Namun, diantara cara-cara itu yang paling mudah adalah dengan membuat script yang ditulis di address bar. caranya seperti ini :

1. ketika sedang muncul page counter yang countdown menuju 0 detik, ketiklah javascript:alert(c=0) pada address bar  kemudian enter. Maka seketika counter time akan menjadi "0", dan link Download akan keluar.
2. Kalau mau mudah, bookmark saja script itu di firefox sehingga setiap kita mau mereset counter time bisa langsung klik bookmark saja. Caranya, klik kanan pada kumpulan tombol bookmark di firefox kemudian klik New Bookmark... di bagian Name : tulislah Stop waktu Rapidshare di bagian Location : tulislah javascript:alert(c=0). klik tombol Add.
3. kini, setiap mau mereset tombol countdown kita tingga mengklik bookmark tersebut.

Kekurangan : cara ini tidak sepenuhnya berhasil (sepertinya Rapidshare sudah tahu cara ini dan segera menambal celah ini!) sehingga ketika gambar tanda panah kebawah dalam lingkaran biru (link download) di klik file tidak dapat langsung didownload. Namun kalau kita mau merefresh page (kemudian nanti ada konfirmasi "RESEND") beberapa kali, download akan berjalan juga. Hemat saya lebih baik tunggu saja waktu sekian detik itu karena waktu untuk merefresh page bisa jadi sama atau lebih lama daripada menunggu waktu countdown.


Berdakwah dengan cara yang kita bisa

oleh : Prasetiyono Hari Mukti

Suatu hari, dalam sebuah kegiatan Training for Trainer (TFT) yang diselenggarakan oleh sebuah institusi, ada hal menarik yang saya dapatkan. Bukan dari materinya, dan bukan pula kegiatannya. Tapi dari seorang peserta lainnya.

Saat itu dalam sesi perkenalan, kami menyebutkan nama dan aktivitas kami satu per satu. Dan sampailah gilirannya pada seorang peserta. Beliau adalah seorang guru Al-Quran di sebuah lembaga pendidikan islam. Saat itu belum ada hal yang menarik perhatian saya. Kemudian masuk pada sesi motivasi mengikuti TFT tersebut. Saat itu barulah ada hal menarik yang saya dapatkan dari beliau. Hal menarik dari aktivitasnya selain sebagai guru Al-Quran.

Apakah itu, Sahabat? Di luar dugaan, ternyata beliau memiliki "hobby" yang sangat menarik. "Hobby" memberikan taushiyah secara tabligh dalam bis kota. Sebuah aktivitas yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, kecuali pada orang-orang yang meminta "sumbangan" dalam moda transportasi umum itu. Tapi beliau ini unik. Lain daripada yang lain. Ketika melihat kondisi bis kota tersebut memungkinkan untuk menjalankan "hobby"nya tersebut. Beliau langsung ke depan dan meminta izin kepada supir bis itu untuk "berceramah". Kontan saja penumpang dalam bis kota itu terkejut. Namun, karena ketulusan dalam bertaushiyah itu, penumpang pun banyak yang memberikan apresiasi pada beliau.

Tidak hanya itu, sahabat. Beliau pun terkadang menyengajakan diri untuk membonceng temannya ketika menggunakan motor. Sehingga saat beliau melihat ada bis kota yang bisa menjadi "target" menyalurkan "hobby"nya tersebut, beliau menyerahkan motornya itu kepada temannya untuk kemudian menjemput beliau di tempat perhentian bis berikutnya untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya.

Hingga pada akhirnya, beliau bertekad setelah mengikuti TFT itu untuk membuat pelatihan-pelatihan bagi para mubaligh agar bisa dan berani menyampaikan ilmunya dengan cara yang benar dan tepat di manapun mereka berada. Semoga Allah memberkahinya..

Subhanallah.. Sebuah perngalaman dakwah yang tidak akan terlupakan dalam pikiran saya. Sebuah penyadaran tentang hakikat dakwah yang sebenarnya. Bukan aktivitas dakwah yang memang sudah berada dalam kondisi "nyaman" tapi aktivitas dakwah yang berada pada kondisi "terancam". Ini hakikat dakwah yang sesungguhnya.

Diri inipun jadi berpikir. Telah sekian lama berada di jalan ini. Tapi ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan aktivitas beliau. Meskipun dalam ranah yang sama yaitu tablig. Tapi ternyata beliau lebih berani karena menyampaikan dalam kondisi yang "belum terkondisikan". Berbeda dengan diri ini yang lebih pada aktivitas tabligh yang "telah terkondisikan".

Yaa Allah.. Berkahilah amalan kami ini...