Pages

Subscribe Twitter

Rabu, 24 Juni 2009

Have a Dream!

Antara impian hari ini dan kenyataan hari esok akan selalu memiliki irisan. Akan ada kesamaan-kesamaan dari apa yang kita impikan hari ini dengan kenyataan esok hari. Karena itulah adanya sebuah tuntutan untuk tetap memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan kerja besar. Tapi tetap semuanya berawal dari apa yang ingin kita capai. Sebuah visi. Sebuah tujuan akhir dari perjalanan kita. Dari pergerakan kita.

Da’wah visioner, begitulah Ust.Rahmat Abdullah menggambarkan dalam bukunya. Ketika segala amal jama’i yang kita lakukan berorientasi kepada satu tujuan bersama. Ketika segala potensi diri memang difokuskan untuk mewujudkan satu cita-cita besar.

Harga sebuah impian, tidaklah dilihat dari seberapa besar impian itu bagi orang kebanyakan. Tapi dari seberapa determinasi yang dimunculkan oleh pemilik impian itu sendiri. Seberapa gigih ia mau berkorban untuk impiannya itu. Sebuah pergerakan yang besar, tidaklah besar dari jumlah pengikutnya, melainkan seberapa dalam impian bersama itu bisa menyusup ke sanubari para kadernya. Memotivasinya untuk terus berkarya, mewujudkan impian itu.

Sebagaimana cara efektif dalam publikasi, cara termudah untuk tetap fokus pada impian itu adalah dengan merepetisinya pada setiap kesempatan. Membagi semangat yang sama agar semuanya mau bekerja. Menyebarkan rasa tanggung jawab untuk membuat impian itu menjadi nyata. Dengan tidak lupa mengemas impian itu menjadi suatu paket yang tetap dapat tercapai. Dengan tidak lupa mempersiapkan sebaik mungkin langkah-langkah riil menuju impian tersebut.

Impian memang tidak selamanya bisa diwujudkan, tapi adalah satu keberanian besar untuk mulai bermimpi. Bagaimana mungkin impian itu dapat terwujud jika sejak awal impian yang kita miliki sudah merupakan suatu yang kita pesimis terhadapnya. Adalah penting juga, suatu pergerakan mampu mendefinisikan impiannya tersebut.

Suatu pergerakan, dapat terus bergerak di rel pergerakannya selama ia memiliki impian besar yang ingin dicapai. Kerja besar untuk mimpi besar, demikian digambarkan dalam buku Panduan Da’wah. Karena memang bidang yang kita geluti ini bukan suatu yang main-main. Da’wah adalah suatu kerja besar yang butuh effort besar untuk menjalaninya.

Isy kariman aw mut syahidan!

-tbruhuljadid-


Kamis, 18 Juni 2009

Palestina sebelum dicaplok ISRAEL (Beautiful palestine part 2)

Berikut foto-foto yang saya dapat dari palestineremebered.com. foto-foto palestina sebelum diserang Zionis Israel.


Nazareth - الناصرة : General view of Nazareth 1898-1914


Nazareth - الناصرة : General view for Nazareth looking southeast (1862)


Dulu bangunan masih utuh....


Nazareth - الناصرة : The Baptist Church in Nazareth
Siapa bilang islam itu ancaman?? Di palestina umat kristiani dapat hidup tenang


Nazareth - الناصرة : General view (#2)
Masya Allah... begitu indahnya....


Gaza - غزة هاشم : General view, looking West


Gaza - غزة هاشم : al-Azhar University
tanaman di tengah jalan masih tumbuh.


Gaza - غزة هاشم : Art work, Gaza Style #2


Gaza - غزة هاشم : Palestine Stadium
dulu saudara kita disana juga doyan main sepak bola lho....!


Jerusalem - القدس الشريف : A close view of Al-Aqsa Mosque looking east and the Al-Fakhriya Minaret.


Jerusalem - القدس الشريف : Al-Aqsa Mosque on the right with its bronze color dome, the Dome of the Rock on the left with it's golden dome, and Al-Fakhriya Minaret is in the middle of the photo.


Jerusalem - القدس الشريف : Inside theAl-Aqsa Mosque


Battir - بتّير : BATTIR AT NIGHT FROM ABUBUTMA...
what a beautiful night....


Battir - بتّير : LAst snow Day


Tiberias - طبريه : The Zidani mosque
ada mesjid namanya zidane !!


Malaikat di kelas kami

Kisah ini kudapatkan dari lingkaran cahayaku tiap pekan. Tentang seorang anak "malaikat" yang luar biasa. Murabbiku mulai bercerita dengan gayanya yang khas. Tentang anak sepasang aktivis da'wah.

Alkisah sang Umi dan Abi mendidik anaknya begitu baik, dalam bi'ah yang teramat kondusif. Waktu-waktu sang mujahid kecil lebih banyak dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat di dalam rumah, berinteraksi intens dengan al-Qur'an, menjauhi berbagai media hiburan apapun. Subhanallah, dia bagaikan cahaya dalam rumah itu. Begitu sholehnya. Lisannya tak banyak bicara, pandangannya pun terjaga. Umi mengelus dadanya lega, Ya Rabb alhamdulillah kau berikan qurata a'yun bagi kami. Waktu terus bergulir, anaknya beranjak remaja. Dia kelas satu SMP saat ini. Tapi tidak di SMP-IT seperti waktu SDnya. Jundi kecilnya masuk sebuah SMP favorit di kota tempat tinggalnya. Umi dan Abi yakin mujahid kecilnya bisa menjaga diri. Dia sudah kuat untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh luar yang mungkin menggoda imannya.

Aku tersenyum mendengar kisah ini, tapi … tunggu sebentar ukh, ceritanya belum berakhir. Hingga satu waktu, sang Umi mengikuti acara rapat orang tua murid kelas mujahid kecilnya. Seorang ibu yang duduk di sebelahnya mengajaknya bicara.
"Anak ibu siapa?"
Sang Umi menjawab dengan kebanggaan yang tak kuasa disembunyikan, entahlah, mengingat mujahid kecilnya terkadang membuatnya sangat bangga, "Faris, bu."
"Anak ibu?"
"Oh…faris, yang malaikat kecil itu ya?"

Umi terhenyak, malaikat kecil??? Ibu tersebut merasakan kekagetan Umi, buru-buru dijelaskannya,"Iya, anak saya Doni sering cerita tentang Faris. Dia bilang ada malaikat dikelasku bu. Anaknya alim banget. Begitu sampai kekelas dia langsung duduk dan membuka Al-Qur'annya. Kalau belum bel, ga berhenti baca Qur'an bu. Keren kan. Trus istirahat, dia lebih banyak baca buku-buku Islam. Ga pernah maen kartu bareng aa, bororaah maen smack down-smack downan, maen games aja ga pernah. Pokoknya cool abiz. Trus ma anak perempuan japan banget deh Bu. Katanya si Doni japan itu jaga pandangan Bu. Jarang banyak bicara, waktunya terisi dengan sempurna.
Makanya anak saya dan teman-teman sekelasnya menyebut Faris, malaikat di kelasnya. Begitu terjaga, hingga teman-temannya segan untuk sekedar berbicara dengannya. Apalagi curhat atau ngajakin maen. Akhirnya Faris sering tampak kesepian dan sendiri. Soalnya Doni bilang, ga enak atuh bu, Doni mah malu and minder sama dia teh. Trus Faris juga da ga pernah cerita apa-apa, ngobrol aja jarang Bu. Padahal ya Bu, aa teh kagum sama dia. Pengen jadi kaya Faris, tapi aa tetep pengen gaul juga. Ga mungkin ya Bu? Aa jadi malaikat? Ke laut aja kali ya Bu."

Ibunya Doni terus berbicara. Sepertinya memang sudah bawaan dari orok hobi bicarannya itu.

Umi masih terkaget-kaget. Rasanya seperti tersambar petir di siang hari.

Beruntung, rapat itu segera berakhir. Umi segera mencari tempat wudhu dan bergegas menuju mesjid. Matanya mulai memerah. Ya Rabb, apakah yang salah? Ia dan suaminya tidak pernah sedikitpun meniatkan anaknya menjadi sosok yang seperti itu. Meski ia faham ghuroba adalah hal yang mungkin terjadi pada seorang da'i. Umi mulai sesegukan, diambilnya Al-Qur'an dan mulai dibacanya untuk menenangkan diri. Sayup-sayup dari lantai bawah mesjid sekolah, didengarnya suara tilawah yang teramat dikenalnya.

Umi mengintip dari pagar lantai atas. Mujahid kecilnya sedang asyik dalam tilawahnya, sendirian di mesjid yang besar ini.

Umi mulai mengevaluasi diri, meski rasanya ingin segera ketemu abi dan menceritakan semua ini. Ada satu fase yang terlupakan dalam pola pembinaan keduanya. Bahwa tarbiyah membangun potensi anak sesuai dengan fitrahnya. Sesuai dengan usianya. Umi menyadari ia telah membentengi Faris dengan sistem imun yang kuat, tapi umi jarang mengingatkan Faris untuk menjadi kader yang muntijah ( produktif ). Yang kebaikannya menyebar pada orang lain, yang kehadirannya memberi manfaat bagi sekitarnya, yang kesholehannya menjadi kesholehan jama'I, bukan hanya kesholehan pribadi, dan yang menjadi manusia- manusia luar biasa dengan kemampuan komunikasi da'wah yang luar biasa. Bukan jamaah malaikat, tapi jamaah manusia.

Dihapusnya air matanya. Ada PR baru yang sangat besar untuk ia syurokan dengan Abinya. Bagaimana mengajarkan mujahid kecilnya berbaur tapi tidak lebur. Menjadikannya lebih mudah dijangkau oleh sekitarnya, mengajarkannya lebih banyak berbicara dalam rangkaian da'wah fardiyah dan mengajak sebanyak mungkin orang menuju surga Allah. Menjadikannya seorang remaja yang memang melewati berbagai fase perjalanan kehidupannya seiring fitrahnya. Mungkin satu waktu dia mengecengi seorang anak perempuan, mungkin satu waktu dia sangat ingin bermain games, atau menonton bersama teman-temannya. Umi tak ingin anaknya hanya bisa bersahabat dengan satu komunitas yang baik saja, umi ingin anaknya jadi kader tangguh yang mampu taklukan berbagai medan da'wah amah. Memiliki jaringan ukhuwah yang luas. Hamasahnya menggelora, ditatapnya mujahid kecilnya dari kejauhan. Sebuah kata terlontar dari bibirnya, Allahumaghfirlii, ya Rabb maafkan hamba. Anakku sayang, maafkan umi dan abi.

Aku ikut terhenyak. Entahlah, ada banyak rasa yang muncul dari hati ini mendengar kisah Faris. Sekejap, aku seolah berhadapan dengan binaan-binaanku. Bidadari-bidadari kecilku. Ya Rabb, sudahkah aku membina mereka dengan benar? Membangun potensi dan fitrah mereka dengan baik? Menjadikan mereka tetap dalam fitrah anak-anak seusianya, meski dengan nilai plus yang luar biasa dari sisi dien mereka.

Sekelebat ketakutan menghampiriku, sungguh aku harus lebih banyak belajar lagi tentang sasaran da'wahku. Memperhatikan psikologi perkembangan mereka. Menemani mereka melalui masa labil mereka sebagai seorang remaja. Da'wah sekolah SMP ini adalah sebuah fase awal perjalanan panjang da'wah thullaby. Aku tak ingin jundi-jundi kesayanganku hanya bertahan dalam jangka waktu yang singkat. Mereka harus lebih kuat bertahan dan bernafas panjang untuk istiqomah di jalan Al Haq ini.Aku tak ingin melahirkan traumatis-traumatis pembinaan Islam dalam diri mereka. Aku ingin mereka menjadi sosok yang merasakan indahnya Islam, kasih sayang dari mentor-mentornya, dan peningkatan kapasitas diri mereka sesuai fitrahnya.

Aku ingin membawa mereka menjadi bagian jamaah manusia, bukan jamaah malaikat. Mereka adalah remaja, kita tak mungkin menghapus fitrah mereka, kita hanya bisa membantu mereka mengendalikannya, menemani mereka melalui masa-masa sulitnya. Menjawab setiap pertanyaan mereka dengan kesabaran luar biasa. Dan terutama menjadikan mereka yang terbaik dari diri mereka sendiri. Tidak akan ada azsya-azsya kecil, yang begitu mirip dengan ku. Yang ada adalah mujahidah-mujahidah kecil dengan segala kekhasan dan potensi luar biasa dari diri mereka sendiri.

Kisah ini memulai evaluasi dan refleksi yang sangat panjang dari diriku selama hampir 9 tahun aku malang melintang di DS ini. Perbaikan pola pembinaan adalah suatu keniscayaan yang terus diupayakan. Untuk membina seorang kader muntijah, melalui fase yang tepat, membangun fitrah dan potensi yang hadir dalam dirinya.Untuk menjadi satu kekuatan da'wah bagi umat ini. Azzam baru bergelora dihatiku, karena aku adalah walid ( umi mereka di sekolah ), aku adalah syeik ( ustazah mereka di mentoring ), aku adalah qiyadah ( pemimpin mereka di DS ), dan terutama karena aku adalah sahabat mereka. Meski usiaku yang terpaut jauh dengan mereka. Asa ini takkan pernah hilang, menjadikan mereka amanah terbaik yang Allah titipkan padaku. Menjadi umi, ustadzah, qiyadah, dan sahabat terbaik bidadari- bidadari kecilku. Allahu Akbar !

*Azzam Syahidah


Selasa, 16 Juni 2009

Cara Membuat Account/Akun di Paypal

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pembaca yang bertanya tentang bagaimana membuat akun di paypal. Nah,pada kali ini saya akan mengutip dari buku yang saya miliki tentang cara membuat akun di paypal (maklum, saya juga baru bikin kemarin, jadi gak tahu cara bikin saya benar atau tidak. Lebih baik ngutip dari buku aja hehe...).

Dengan adanya paypal, pengguna internet dapat membeli barang secara online, seperti di Ebay, Amazon, membeli lisensi software orisinil, mengirim atau menerima donasi sumbangan, mengirim uang ke pengguna Paypal yang lain. Termasuk juga membeli akun-akun premium seperti Rapidshare atau Megaupload.

Berikut langkah-langkah untuk membuat accoun di Paypal :

1. Luncurkan browser yang Anda gunakan.
2. Pada Address bar ketikkan : www.paypal.com. Jangan salah ketik, karena kalau alamatnya salah, Anda bisa nyasar ke situs yang mirip Paypal padahal penipuan (phising)
3. Tekan Enter
4. Maka akan tampil halaman utama situs Paypal.com. Untuk mulai mendaftar klik Sign Up.

5. Pada pilihan Your country or Region, pilih Indonesia.
6. Pilih yang Personal lalu klik Get Started. (kenapa gak yang lainnya? Gak tahu juga hehe... tapi kayaknya untuk penggunaan pribadi pilih yang personal aja)

7. Maka Anda akan masuk ke halaman registrasi Account PayPal. Isilah data-data yang akan ditampilkan secara benar.

8. untuk Paypal Account Login isi dengan alamat email dan password, untuk alamat email pastikan menggunakan alamat email yang valid untuk memeprmudah proses registrasi.

First Name : isi dengan nama depan Anda
Last name : isi dengan nama belakang Anda
Address Line, City, Province, Postal Code, Country, Country of Citizenship : isi dengan alamat tempat tinggal.
Home Telephone : isi dengan nomor telephone.

9. Scroll mouse ke bawah, berikutnya akan ditampilkan pilihan untuk melink credit card, kalau tidak punya kartu kredit, hilangkan centang.

10. Klik tombol I Agree, create my account.

11. Berikutnya akan tampil halaman Pay with my credit card. Ini bagian yang terpenting dari Paypal, sebab Anda harus memasukkan nomor kartu kredit yang dimiliki serta verifikasi nomornya. Jika memang Anda tidak memilikinya, maka klik saja Go to My account. Account Anda sudah dibuat kok.

12. Maka Anda masuk ke halaman account Paypal yang dimiliki.





Blogger XML template : Yahya Ayyash



Alhamdulillah... setelah inkubasi ide beberapa hari, dan bekerja keras dari malam sampai siang, jadilah repackage skin blogku yang kunamai : Yahya Ayyash. Tema ini adalah hasil oprekan dari tema blog Coffedesk kudownload di Btemplate.

Pada awalnya aku sudah sangat puas dengan Template Coffeedesk yang ada. Namun, ternyata puas itu gak menyehatkan. Aku berfikir bahwa aku bisa membuat tema ini menjadi lebih bagus dengan sentuhan sendiri. Yap, semua berawal dari sebuah keyakinan bahwa aku bisa membuat yang sesuai tastelu sendiri. Akhirnya selama beberapa hari aku mengumpulkan ide mengenai perombakan ulang skin ini dengan-hanya- mengubah dua file yaitu bg_top.jpg dan bg_header.jpg. Akhirnya, jadilah skin Yahya Ayyash yang kuereeeennn ini... hehe...!

Filososi
Filosofi dari skin ini adalah perjuangan Yahya Ayyash, perjuangan Palestina, dan perjuangan kebangkitan Islam. Makanya saya memajang foto salah seorang tokoh simbol perlawanan Palestina yaitu Yahya Ayyash dan Foto tokoh simbol kebangkitan Islam kontemporer yaitu Hasan Al-Banna. Foto saya sendiri? Ah, itu hanya idealisme bahwa cita-citaku adalah meneruskan perjuangan mereka. Unsur lain yang saya masukkan di sini adalah adanya Peta Palestina yang dikeluarkan 1939 Masehi. Sebuah peta original Palestina tanpa ada sedikitpun caplokan negara Yahudi. Ini juga perlambang dari cita-cita terdekat umat Islam yaitu membebaskan Palestina hingga tidak ada satu jengkalpun tanah palestina yang diklaim milik Yahudi. Di Tema ini juga ada bercak darah sebagai simbol kerinduan tuk mati syahid. Setidaknya untuk meluluskan niat itu kita harus terbiasa melihat darah kan?

Mungkin yang mencolok disini adalah adanya Handphone dan MP4 Qur'an (dan juga Kurma hehe..). Handphone dan MP4 saya masukkan sebagai image dari jalur perjuangan yang saya ambil dan saya kuasai yaitu teknologi informasi dan multimedia. Harapan saya bahwa perjuangan saya untuk mempelajari teknologi sebagai wasilah jihad kontemporer tidak luntur dengan sering-sering melihat blog ini dan mengirim postingan sebanyak-banyaknya. Sementara Kurma adalah icon dari pertanian dan kemakmuran bangsa Islam (Arab) yaitu bangsa yang mula-mula menyebarkan Islam. Lewat kurma saya ingin kita semua dingatkan akan pentingnya kedaulatan dan martabat bangsa ini dijaga dari kepentingan Barat.

Persembahan
Tema blog ini saya persembahkan pertama-tama pada para mentor dan murobbi yang selama ini membina saya dengan penuh keteladanan dan keikhlasan sehingga saya dapat menikmati da memperjuangkan islam hingga saat ini. Yang kedua untuk teman-teman di ITSAR yang selalu menemani perjuangan dakwah sekolah dengan semangat jiddiyah yang luar biasa. Yang ketiga adalah teman-teman dan ikhwah fillah dari Grup Aktifis Dakwah Facebook (Member, Officer, dan Admin) yang telah memberi feedback, apresiasi, dan dukungan sehingga saya sebagai Admin dapat bertahan memelihara Group ini. Jazakumullah ahsanul Jaza atas doa teman-teman semua. Syukron.


Minggu, 14 Juni 2009

Serial Bidadari Luar Biasa : Bidadari Surgaku

Tidak mudah menjadi kader luar biasa yang punya kesabaran luar biasa, dan kelak menjadi bidadari luar biasa

“Ayo Bu Rini, tarik nafasnya, keluarkan. Iya, pintar. Sabar ya Bu, ayo nafasnya diatur kembali. Ayo sayang, lihat kepalanya sudah mau keluar.” Ibu itu tampak bersusah payah mengatur nafasnya. Ia sudah begitu kelelahan. Aku kembali membujuknya, “tinggal sedikit lagi.” Ibu muda ini sepertinya salah mengedan. Tinggal sedikit lagi, dan bila ibu ini mengedan dengan baik maka APN (Asuhan Persalinan Normal) yang kulakukan berjalan sukses, tanpa perlu episiotomi. Suaminya tampak pucat, maklum anak pertama. Dibisikkannya doa di telinga istrinya, Bismillah. Uterusnya kembali mengencang, rupanya mulas itu kembali hadir. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, ibu itu menuruti setiap arahan yang kuberikan. Perlahan namun pasti, kerniq itu terjadi, kepala bayi itu keluar dan mulai memutar. Dalam hitungan detik, kulahirkan bahunya, Alhamdulillah... Suara tangisannya mulai terdengar. Kuletakkan bayi itu diatas perut ibu yang dialasi planel biru muda bergambar kotak. Kuklem tali pusarnya, dan kugunting, sekarang tinggal melahirkan plasentanya. Sekilas kulihat wajah bu Rini, lelah itu seolah sirna. Senyuman mengembang menghiasi wajahnya yang masih bersimbah keringat. Air mata pun mengalir membasahi kedua pipinya. Aku pun tak kuasa menahan haru, ini pasien partus pertamaku.

Subhanallah. Dan lembaran-lembaran kenangan bersama ibu hadir dibenakku. Teringat, kata ibu aku lahir premature dengan APGAR 4 dan proses persalinan sungsang yang menyebabkan beberapa komplikasi. Wajah yang tak berbentuk, lebih mirip “anak monyet” dengan berat hanya 1800 ons di sebuah kampung di Sumedang. Yang pastinya jauh dari fasilitas incubator. Hingga akhirnya hanya ditemani dua buah petromak yang menghangatkan tubuh mungilku dan berbekas mehong (sisa abu hitam) yang menghiasi wajahku tiap paginya. Dengan tangisan yang irit, dan sistem pencernaan yang belum sempurna. Namun itu tak melemahkan semangatnya untuk menerima kondisiku apa adanya, dengan berbagai kekurangan yang ada meski plus tangisan yang kerap hadir. Ia membesarkanku dalam kesabaran, hingga hari ini aku masih berdiri disini.

Dan episode kehidupan terus berjalan, menorehkan sejarah tentang aku dan ibu. Mengajarkan arti cinta, mengenalkan tentang kasih sayang Ilahi dan berjuta makna lainnya. Masa-masa sekolahku ibu sangat protektif, mungkin karena rasa sayangnya yang kerap membuatku sulit beraktivitas. Terlebih aku masih anak nakal yang jauh dari nilai-nilai Islam. Meski tetap hanif untuk tidak berpacaran. Hidayah itu hadir saat aku mulai mengenakan jilbab, meski dengan niat yang belum juga lurus. Kayanya lucu deh kalau pake jilbab. Namun ternyata hidayah itu menular, ibu yang masih dengan gaya gaulnya perlahan mulai melirik kerudung untuk menutup auratnya. Belum rapi memang, but better.

Dunia kemudian seolah berputar 180 derajat saat aku mulai kuliah. Cita-cita ibu akhirnya tercapai juga, cita-citaku yu…dadah deh. Ga bakal direstui masuk seni rupa ITB, padahal mungkin aku jadi kenal Aming dan masuk Extravaganza (hehe… Ga kebayang deh). Alhamdulillah lingkungan baruku mengajarkan banyak hal. Sepertinya sejak awal aku sudah dijadikan target utama dakwah fardiyah teman-teman yang lebih dahulu faham. Ge-er gini, habis kemana-mana pasti ditempel dan didoktrin berbagai hal. Alhamdulillah mereka berhasil….

Terlebih saat itu dideklarasikan sebuah partai Islam baru, dan juga kondisi aksi mahasiswa yang marak untuk menurunkan rezim orde baru. Semua melahirkan semangat baru dalam diriku, semangat untuk berjuang dan mengenal dakwah. Aku pun mulai mengenakan jilbab panjang, meski belum istiqomah. “Kaya kerekan bendera,” kata seorang akhwat (kadang naik kadang turun), ikhwah terkadang mengejutkan. Huuh kesel juga kadang, aku kan masih belajar, but akhirnya aku mengerti tentang pentingnya istiqomah. Dan ibu perlahan meninggalkan kerudungnya, ia mulai memakai jilbab, menutupi lehernya meski belum juga rapi. Ibu bingung, kenapa pake jilbab dobel-dobel katanya, belum lagi bingung dengan perubahanku; nasyid serta doktrin yang keluar dari lisanku. Maklum aktivis baru. Hehe. (Ngakunya sih akhtipis padahal…).

Waktu terus berjalan, aku semakin tertarik pada dakwah dan mulai mencintainya. Jadilah aku akhwat yang sering pulang malam (dulu belum ada larangan pulang malam untuk akhwat…. Tapi meski sekarang pun ada… Tetep aja nakal). Pulang malam karena berbagai alasan, dan sedikit banyak itu mulai mengurangi waktuku bersama ibu. Dan tak satupun larangan dari ibu. Berbagai daurah, mabit, dan mukhayam pun ku ikuti. Ibu hanya berbekal tsiqoh padaku. Semua berlalu begitu cepat, dalam aktivitas yang seolah tak menyisakan waktu untukku menghela nafas atau sekedar beristirahat sejenak. Aku selalu pulang dengan energi sisa, rumah seringkali hanyalah persinggahan tidurku. Komunikasi pun berjalan sangat minim. Yang ada hanyalah rasa lelah. Masya Allah.

Hingga sebuah pertanyaan muncul dari ibuku. “Kenapa begitu sibuk membina orang lain sementara tak kau bina keluargamu? Tolong ajari ibu.” Pertanyaan yang menohokku begitu dalam. Teringat sikap kerasku dan penyampaianku yang terkadang melupakan bahwa aku berhadapan dengan ibuku. Perlahan aku mulai mengajak ibu dalam aktivitasku. Meski dengan waktu yang tersisa. Ibu kembali bertanya “Teh, Yahudi itu siapa? Kenapa kita harus memusuhinya? Kalau Teteh termasuk golongan apa? Kata ustadz diceramah tadi, katanya umat Islam dibagi menjadi 77 golongan dan hanya satu golongan yang benar. Gimana? Mama ikut Teteh aja ya?” Aku terdiam, speechless. Ada banyak hal yang harus disampaikan. Tapi kapan? Hari ini rapat, besok daurah, besoknya lagi pembuatan grand design.

Namun hidayah Allah hadir pada siapapun yang dikehendakiNya. Malam-malam itikaf beberapa tahun ini jadi aktivitas rutinku. Selalu menyenangkan berada disana. Dulu ibu alergi tidur di masjid, dengan berbagai alasan. Dingin, takut rematik kambuh, gatal-gatal. Namun perlahan ibu menyambut ajakanku, meski berbekal bantal besar, selimut, makanan, hingga rasanya kalau ga malu kasur pun akan dibawa. Tapi tak masalah, yang penting ibu bisa merasakan perasaan yang sama. Ada kebanggaan saat ibuku berkata “Mama kuat berdiri. Kemaren mah duduk, abis pegel. Malam ini Alhamdulillah kuat.” Bersyukur pula aku punya teman-teman yang dekat dengan ibuku, hingga tidak canggung baginya berada dalam lingkungan baru. Terkadang, aku malu sendiri. Melihat semangat yang terpancar diwajahnya, mendengar ceramah ustadz, menanyakan banyak hal dan menangis dalam sujud panjangnya. Rasanya aku masih kalah besar.

Ibu mulai senang menghafal surat-surat pendek juz amma. Seringkali aku dipanggilnya untuk sekedar muraja’ah. Aku merenung dalam hati kecilku, betapa banyak waktu yang ku habiskan untuk memikirkan agar binaanku menyenangi menghafal al-Qur’an dengan berbagai keutamaanya. Namun berapa banyak aku menghidupkan keutamaan itu dirumahku? Atau aku hanya egois dengan menjadikan diriku sendiri yang merasakan kenikmatan berinteraksi bersama al-Qur’an? Entahlah, rasanya ada berbagai hal yang harus kurenungi.

Ibu paling tahu aktivitasku, tentang kesenanganku berinteraksi dengan anak-anak sekolah. Tentang sifat-sifatku, buruk, dan baikku. Dan aku sangat terbuka mengenalkan semua itu pada ibu. Terkadang, tak pernah terlintas dalam benak kita bahwa keluarga kita adalah simpatisan dan kader dakwah yang andal. Pemilu kemarin, berbekal kestiqohan ibuku mendirect selling teman-temannya dan mereka menargetkan sepuluh orang setiap harinya dan menghasilkan 200 simpatisan setiap bulannya. Subhanallah, ternyata energi tsiqoh begitu besar. Dan aku mengerti, ibuku perlu pembinaan yang jauh lebih baik.

Sungguh, ada banyak hikmah yang bisa kuambil. Tentang kekuatan yang hadir, dan energi ketsiqohan. Dan kuingin berbagi dengan sahabat-sahabatku yang kusayangi. Seringkali, cita-cita keluarga Islami yang memenuhi benak kita adalah saat kita berumah tangga, menikahi seorang akhwat atau ikhwan aktivis yang memiliki visi dan misi perjuangan yang sama. Membina keluarga hafidz, lewat jundi-jundi yang diajarkan mengenal al-Qur’an sejak dini. Membangun basis dakwah saat kita membina keluarga kita sendiri. Kita sering lupa, bahwa cita-cita itu harus diwujudkan sejak kita masih menjadi seorang anak. Saat kita berada didalam rumah, dalam kepemimpinan ayah dan kasih sayang ibu, dan berbagai perbedaan antara kita dan saudara-saudara kita, kakak, adik, tante, om, dan civitas keluarga kita.

Entah apakah kita pernah memikirkan grand design dakwah dikeluarga kita. Atau sekedar mensyurokannya dengan hati kita maupun dengan saudara yang sefaham dengan kita. Keluarga kita sering kali hanyalah mendapatkan energi sisa kita. Padahal, bukankah ini adalah amanah kita untuk menjaga keluarga kita dari menjadi bahan bakar api neraka? Kita sering kali lalai ada seorang bidadari surga yang menanti pembinaan kita, menanti diskusi-diskusi bersama kita, dan muraja’ah hafalan, meski kerap terbata-bata. Kita seringkali lupa untuk sekedar mengucapkan sayang padanya atau meminta maafnya. Padahal tadhiyahnya begitu besar, kasih sayang, maal, pengertian, dukungan, dan doa-doanya takkan pernah terbalaskan, meski kita memberikan dunia. Ibu tak pernah protes meski seringkali kita mengabaikan hak-haknya. Sibuk dengan urusan kita sendiri. Lupa untuk sekedar memijat kakinya, menjawab pertanyaan-pertanyaannya, atau memberikan hadiah untuknya. Karena ia tak butuh semua itu. Yang ia inginkan anaknya menjadi hamba Alloh yang sholeh, sholehah.

Seorang ibu saat itikaf tahun lalu pernah berkisah padaku. Tentang anaknya yang ia banggakan, seorang mujahid yang konsisten di jalan dakwah. “Ibu tsiqoh, ia menjalankan semua ini karena amanah dakwah dan kebaikan. Meski sering kali begitu sulit untuk bersamanya, bahkan dalam itikaf pun andaikata ibu tak ikut mungkin ibu tak bisa bersamanya. Dan disini ibu pun terpisah darinya dibatasi hijab. Namun ibu percaya, ia berada dalam jalan yang diridhoiNya. Ya, ibu hanya bisa mendoakannya agar selalu berada dalam kebaikan.” Selalu ada kebanggaan yang terucap dari lisannya, betapapun ia khawatir akan anaknya yang begitu sibuk. Selalu ada toleransi dan pengertian. Dan itulah ibu, kekuatan cintanya tak terbalaskan.

Sahabatku, hari ini hari milik kita, esok pun juga milik kita. Namun jangan jadikan sekedar milik kita. Tapi jadikan pula milik keluarga kita, milik ibu, ayah, kakak, adik, dan segenap orang-orang yang kita cintai. Meski perjalanannya tidaklah mudah, namun bukan berarti tak mungkin. Tuk menjadikan ibu kita bidadari surga, tuk membawa ayah, kakak, adik, dan orang-orang yang kita cintai menuju cintaNya, dan berdoa agar kita dikumpulkan dijannah-Nya. Jadilah mentari yang terus menyala dalam ruang keluarga kita, disini di dalam hati-hati kita. Jadilah nur yang membawa cahaya kebaikan dengan cinta dan kasih sayang. Sungguh, kehidupan kita tak pernah lepas dari doa-doa ibu, kesuksesan kita tak lain adalah hasil munajat ibu. Dan kebaikan yang ada, mungkin adalah hidayah dari tiap bulir air mata yang mengalir di pipinya.

Jangan lupakan bidadari surgamu menanti sedikit waktumu bersamanya. Tuk berjalan bersama dalam naungan Ar-RahmanNya, dalam lindungan Ar-RahiimNya, dalam cahaya CintaNya. Mengarungi perjalanan kehidupan bersamamu tuk menuju jannahNya. Karena jannahNya begitu mahal. “Mama tsiqoh padamu, sayang padamu, dan senantiasa berdoa untukmu. Jadilah anak yang sholeh sholehah, agar Mama dapat mempertanggungjawabkan amanah ini dihadapan Allah kelak.”

*****

Sahabat, tulisan ini dibuat dari berbagai cerita tentang ibu yang aku dan sahabat-sahabatku alami. Sungguh, semoga menjadi renungan tentang selaksa cinta dan grand design yang harus kita siapkan untuk orang-orang yang kita cinta. Agar menjadi baiti jannati, dan agar kebersamaan ini terus berlangsung hingga perjumpaan denganNya. Jagalah ibu, ayah, kakak, adik, dan saudara-saudara kita dengan cinta dan keimanan, bawalah sebanyak mungkin mereka menuju jannah-Nya.

~Azzam Syahidah





Kamis, 11 Juni 2009

Melihat seluruh komentar yang tertinggal di blog kita (recent comments/ komentar terbaru)

Kalau blogging sudah jadi aktivitas rutin jumlah postingan akan semakin banyak. Banyaknya jumlah itu membuat kita susah mengontrol dan memonitor blog mana saja yang sudah diberikan komentar selama kita tidak online.  Nah, ada cara yang sederhana agar kita bisa melihat komentar-komentar orang dari segenap postingan yang. Yaitu dengan menggunakan "comment feed"

Apa itu feed? menurut wikipedia, feed adalah sebuah data format yang digunakan untuk menyediakan pengguna (pengunjung) dengan perkembangan terbaru dari sebuah web atau blog. Bisa postingan terbaru atau comment terbaru. Nah, data format ini kalau dimanfaatkan atau digunakan dengan sebuah perangkat, baru bisa menampilkan perkembangan terbaru dari blog atau komment di blog kita. Perangkat ini dinamai internet aggregator. Perangkat inilah yang bertugas untuk memantau perkembangan/update dari sebuah blog dan menampilkannya sesuai kebutuhan.

Contoh, kalau kita ingin menampilkan comment-comment terbaru dari blog kita dan kita perlihatkan di sebuah widget dalam sidebar kita. Maka pertama-tama pergilah ke [add gadget] pada bagian [tata letak]. Kalau sudah, nanti akan muncul window seperti berikut :


Nah, kemudian, masukkan dalam kolom isian alamat dari comment feed kita. Alamat itu biasanya adalah :

http://your_blog_name.blogspot.com/feeds/comments/default

kemudian klik [lanjutkan]. Kalau sudah nanti akan muncul di sidebar (atau dimanapun kita letakkan)  sebuah widget yang berisi comment-comment terakhir yang diberikan dalam blog kita.

nanti hasilnya akan mirip seperti ini :



Ada yang lebih prktis, yaitu langsung mengetikkan alamat feed kita di address bar pda browser. Nanti akan muncul lebih banyak komentar yang ditinggalkan orang di blog kita. Contoh, klik link ini :
http://yahdisiradj.blogspot.com/feeds/comments/default




Rabu, 10 Juni 2009

"MALAM PENGANTIN"

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan Bahkan lubang - lubang
itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan...,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian ditaburkan ke baju kita...
Bagian kepala..,badan..., dan kaki diikatkan Tataplah....tataplah...itulah wajah kita
Keranda pelaminan...
langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga Menuju istana
keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

dan akhirnya.....
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat....
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah...aku pasti kan mendo'akanmu...
Karena ...aku sungguh menyayangimu...
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga Aku berdo'a...semoga kau
jadi ahli syurga. Amien

~dari ADF MEMBER



Al-Qur'an 'ala' Amerika

Ada-ada aja Amerika. Sekarang bikin ulah dengan mengedarkan Al-Qur'an palsu. Tapi bedanya sama Qur'an asli ketawan banget kok. (didapat dari milis Muslim3Bdg) :

Al-Quran baru buatan amerika, berbahaya dan sedang didistribusikan di kuwait , berjudul "The True Furqan" isinya bertentangan sekali. Dibuat oleh 2 perusahaan percetakan; 'Omega 2001' dan 'Wine Press'. Judul lain buku ini 'The 21st Century Quran'! berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris di sana . Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana and Al-Injil. Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan. Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, penceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM. Buku yang sangat menyesatkan.

Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua dari orang2 Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT. Kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini
http://www.islam-exposed.org/ furqan/contents. html





Wah, kalau begini harus buru-buru hafidz qur'an nih!



Senin, 08 Juni 2009

Surat dari setan untukmu

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.Kau bangun tanpa sujud
mengerjakan subuhmu.Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu.Kau benar-benar orang yang tidak bersyukur, aku menyukainya,aku tak dapat  mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.Hai Bodoh, Kamu milikku.Ingat, kau dan aku sudah bertahun- tahun bersama, dan aku sangat menyukaimu.

Aku  menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya. Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki  rencana—rencana untukmu di hari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar—benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani. Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang- kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama,selamanya.Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.Ini hanya merupakan Surat penghargaanku untuk mu.Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

Sebentar lagi Ramadhan, aku tidak bisa bebas menggoda seperti saat ini di bulan itu. Kaumku akan terikat dan terjeruji. Aku perlu darah muda. Aku perlu kader-kader manusia yang akan mengerjakan tugasku di bulan itu. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang—orang muda bagaimana berbuat dosa.Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk—mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.Begitulah anak-anak.

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak Sekarang.Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda-mu lagi.Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa- dosamu.Dan hidup untuk ALLAH dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, aku benar-benar menikmatinya... sebelum bulan yang suci itu datang, marilah kita ajak manusia-manusia bodoh agar memasuki neraka...!

Tertanda, setan yang sebentar lagi terpaksa cuti menggoda di bulan Ramadhan.

(diambil Dari Majalah Kampus ITB "TAWAZUN")
adsense kotak



Kamis, 04 Juni 2009

Add ons firefox anti pornografi (trust me, it works!)

Komputer di rumah anda diakses oleh banyak orang? Khawatir anak anda mengakses internet yang tidak-tidak (baca : pornografi) karena dari histroy webnya dia tak sengaja mengklik situs porno yang pernah diakses orang lain? Alhamdulillah... ketika saya lagi iseng-iseng install add-Ons buat mozilla firefox saya menemukan sebuah add-ons yang bisa menangkal akses web pronografi dari komputer anda. Namanya (WOT) WEB OF TRUST. Sebenarnya add-ons ini dibuat agar pengguna firefox dapat melihat skala keterpercayaaan dari sebuah web. Add-ons ini secara automatis sudah melisting dan menilai seluruh web yang ada di dunia inernet kedalam 4 kategori skala keterpercayaan :



Trustworthiness: Apakah Anda mempercayai situs ini? Apakah aman untuk digunakan? Apakah menepati janji yang diberikan?
Sebuah "POOR" rating dapat mengindikasikan web web ini bisa jadi berisi penipuan, scam, fraud credit card, phising,scam lottery, virus, adware, atau spyware.
Penilaian "UNSATISFACTORY" menunjukkan bahwa situs mungkin berisi iklan yang mengganggu, pop-up, atau konten yang membuat browser crash.

Vendor reliability: Apakah situsnya aman untuk membeli dan menjual, atau untuk transaksi bisnis secara umum?

Privacy: Anda dapat percaya kepada pemilik situs, apakah alamat email anda dijaga keprivasiannya?

Child safety: Apakah situs berisi usia-bahan yang tidak patut (konten yang
berorientasi seksual, kebencian, atau kekerasan di alam) atau mendorong
kegiatan yang berbahaya atau melanggar hukum?

Kalau bertanda lingkaran merah, maka berarti situs ini berisi konten yang tidak safe untuk anak-anak.
Hebatnya, kita dapat mensetting mode proteksi dari add-ons WOT ini :



ketika pertama kali menginstallnya. Mode basic dan light hanya akan memberitahu status keterpercayaan dari sebuah web. Sementara mode parental control akan memblock akses kepada situs porno tersebut. Saya memilih parental control dan mengklik finish.

kemudian saya ujicoba dengan mencoba mengunjungi sebuah alamat web porno. Googling dulu... kemudian saya klik link ke web porno. saya dapet sebuah alamat yaitu pornhub.com Hasilnya setelah saya klik:



keren...!!!!!


download add-ons nya disini :

TIPS MEMPERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT (TARHIB) ROMADHON, ayo sahabat persiapkan dari sekarang


Sahabat, waktu bergulir begitu cepat. kini bulan mulia yang senantiasa dinantikan umat Muslim yang beriman kini hampir tiba, sudahkah kita mempersiapkannya?? pertamanya mari kita berdo'a semoga Allah masih membri kesempatan kepada kita untuk bisa menikmatinya, menggunakanny untuk menambah kecintaan Allah terhadap kita..

ayo persiapkan mulai dari sekarang. biar Ramadhan Tahun ini makin berkah, makin berubah smakin baik...ga hanya lapar dahaga tapi ia menjadi kekuatan yang bisa membuat kita menjadi muslim seutuhnya..

*********************************************************************
Dari hadist Qudsi yang shahih Alloh swt berfirman:

“Semua amal anak Adam untuknya, kecuali shaum. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala…”
(HR Bukhori dan Muslim)

“Dia meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan syahawatnya karena-Ku, dan meninggalkan istrinya karena-Ku”
(HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya)

Demikianlah Alloh berfirman, bahwa inilah -satu-satunya- amal yang kita persembahkan kepada Alloh swt. Laksana seorang hamba yang memberikan (kado) amal terbaik untuk robb-Nya, maka kita harus sebisa mungkin berupaya menjadikan shaum kita sebaik-baik shaum, terlebih bila shaum yang kita maksud ialah shaum Ramadhan yang begitu tinggi kemuliaannya. Dan belum tentu kita akan mendapatkannya kembali, besok, tahun-tahun yang akan datang, bahkan shaum Romadhon tahun ini.

Menjadikannya lebih baik ialah dengan memasang target dan melakukan persiapan yang sangat matang sehingga kita mampu mengisi setiap detik Romadhon nanti tanpa kesiaan dan optimalisasi amal. Bagi yang belum mempersiapkan, maka sekaranglah saatnya bersiap, dan sebaik-baik awal persiapan ialah bergembira menyambut Romadhon penuh rohmah (tarhib Romadhon).

Berikut sedikit tips-tips dalam mempersiapkan dan mengisi Romadhon tahun ini –khususnya- yang Insya Alloh takkan kita biarkan berlalu begitu saja:

1)Memasang target perbaikan diri hingga paska Romadhon. Inilah yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim. Ingin apa kita Romadhon tahun ini? Lebih sabar? Lebih banyak hafalan? Semuanya tentu tergantung prioritas-prioritas perubahan yang kita inginkan setiap tahunnya. Jika tidak dilakukan, bisa-bisa paska Romadhon amal ibadah kita tidak jauh beda dari sebelumnya. Itulah sebab kita harus berazzam bahwa insya Alloh kita akan berubah dan istiqomah paska Romadhon nanti (mulai saat ini) layaknya kepompong menjadi kupu-kupu.

2)Mengqodho hutang shaum Romadhon tahun lalu sebanyak hari yang ditinggalkannya, yakni bagi mereka yang berhalangan karena udzur syar’I. Segerakanlah qodho sebelum tiba shaum Romadhon tahun ini.

3)Berupaya meninggalkan kesia-an, kemaksiatan dan belajar menjaga diri menjelang Romadhon. “…Apabila seseorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan tidak berguna…” (HR Bukhori dan Muslim) dalam riwayat yang lain “Betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya selain rasa lapar” (HR Bukhori). Insya Alloh kita termasuk yang berharap amal Romadhon kali ini diridhoi-Nya dan dijauhkan dari kehampaan nilai shaum, hanya dikarenakan oleh kemaksiatan dan kesia-an tak berguna yang kita lakukan.

4)Berniat benar-benar untuk mencari setiap kebaikan Romadhon. Melanjutkan kebaikan yang sudah dawwam kita lakukan dan menambahnya dengan kebaikan yang baru. “Di bulan itu ada yang memanggil, ‘Wahai pencari kebaikan, lanjutkanlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah !’” (HR Abdur Rozaq dan diriwayatkan oleh Hakim serupa dengan itu)

5)Memperbanyak mencari ilmu tentang shaum, dengan rajin membaca buku, menghadiri majelis-majelis ilmu agar shaum kita istimewa dan tidak kita lewatkan begitu saja -karena kita mengisinya- dengan ‘kebodohan’.

6)Secara khusus mempelajari hal-hal yang menjadi rukun dan membatalkan shaum Romadhon kita. Sehingga selain berupaya menjalankan ibadah sesuai syariat agar diterima oleh-Nya, upaya ini juga akan membantu kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan lebih mudah, tidak mempersulit diri dan mantap karena yakinnya kita akan amal shaum kita.

7)Secara khusus mempelajari hal-hal yang disunnahkan dalam shaum Romadhon sehingga kita bisa bersungguh-sungguh mengamalkan dan mendapatkan keistimewaan-keistimewaannya/ fadilah Romadhon

8)Persiapkan dan manfaatkan Romadhon untuk zikir dan taat. Jadikan shaum kali ini penuh dengan zikrulloh dan do’a kepada-Nya sepanjang Romadhon. Demikian karena puasa menjadikan diri ini dalam kondisi ruhani yang dekat kepada ketaqwaan sehingga maqbul-lah doa kita.

9)Berderma dan mempersiapkan bekal (ilmu, amal, materi, dll) untuk Romadhon: Ibnu Abbas ra mengatakan, “Dahulu Nabi saw adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, terlebih lagi di bulan Romadhon…” (HR Bukhori)

10)Rencanakan untuk sepuluh hari terakhir dalam mencari lailtul Qodr. Jangan sampai kekhusyukkan sepuluh malam penutup Romadhon terganggu oleh hal-hal (agenda) yang tidak penting dan tidak terkendali. ‘Aisyah ra mengatakan: “Jika memasuki sepuluh hari itu, Rosululloh saw mengencangkan kainnya, menghiodupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” (HR Tirmidzi). Jadikan pula sepuluh hari terakhir sebagai penutup terbaik di bulan berkah. Berikut diantara do’a yang dipanjatkan Rosululloh saw: “Ya Alloh jadikanlah sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku menghadap-Mu, sebaik-baik umurku adalah pada akhirnya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”

11)Meningkatkan tilawah, tahfidz dan tadabbur al Qur’an. Inilah bekal yang utama dalam menghadapi Romadhon. Bagaimana mungkin kita akan bersemangat beribadah bila bekal taujih rabbaniyyah kita minim. Agar kelak kita optimal dengan alQur’an, maka mulai dari sekarang kita upayakan pengakrabannya. Jelas diperlukan pentahapan untuk itu. Upayakan Rojab tilawah kita 1 juz/hari, Sya’ban 2 juz/hari sehingga setidaknya Romadhon nanti kita bisa tilawah 3 juz/hari. Demikian pula dengan hafalan kita.

12)Lunasi hutang piutang sesegera mungkin dan saling mengampuni dosa dengan sesama saudara, agar tepat 1 Romadhon nanti kondisi kita lapang untuk beribadah, tidak terganggu dan terhambat oleh utang dan dosa yang masih membebani –dan menjadi kewajiban- kita.

13)Ramai-ramai dengan masyarakat menjadikan Romadhon sebagai ‘musim kebaikan’. Syiarkan di buletin-buletin kelas di kampus, baligho, radio, koran, Tv, dsb. agar setiap tahunnya selalu kondusif untuk ibadah dan menjadi ancaman bagi kemadhorotan. Dijadikannya sebagai ‘musim kebaikan’ karena di bulan inilah amal sholeh dilipatgandakan, ampunan dapat sangat kita harapkan kedatangannya, doa-doa terkabul hingga setiap jiwa yang bersih akan terhindar dari api neraka.

(Diolah dari maroji’ utama Fiqh as Siyyam, Dr Yusuf Qorodhowy, Era Intermedia, Surakarta, 2000 dan berbagai sumber)
(dari resume yang ditulis oleh salah seorang al akh)

Selasa, 02 Juni 2009

Nitro..!!

Saat kekuatan sudah memuncak, saat tak terpikir bahwa kemenangan yang diraih hanyalah berlalu sejenak saja, dan tantangan baru telah menanti, maka bisa jadi semangat yang semula membara telah kehabisan bara arangnya. Keletihan menggapai kemenangan dan euphoria, telah menutup pintu kesungguhan dan memadamkan cahaya semangat untuk tetap bertahan di puncak. Memang meraih kemenangan itu sulit adanya. Tetapi benar kata petuah, bahwa mempertahankan kemenangan yang lebih payah lagi melakukannya. Itulah sebabnya guru kita lebih suka menulis kata-kata “Pertahankan terus prestasimu!” dalam raport juara kelas ketimbang hujan pujian yang memenuhi kolom komentar penuh-penuh. Cobaan seorang pejuang adalah batu ujian dan kelelahan yang datang bertubi-tubi. Sementara cobaan seorang pemenang adalah memantulkan tembakan pujian yang datang ke arahnya menuju Allah, dan mencoba agar keberhasilan itu tetap berada di tangannya sampai waktu yang tak terukur nilainya. Lebih mudah mendaki gunung yang menjulang tinggi, ketimbang tetap bertahan di atas puncak gunung tersebut. Lebih mudah menghapal Al-Quran ketimbang mempertahankan agar hafalan itu tetap melekat dalam memori kita. Lebih mudah ber"Taubat" ketimbang mempertahankannya hingga mendapat title “Nasuuha” di belakangnya.

Allah..... Benar, dunia ini hanya ujian. Tak ada nikmat yang abadi. Tak ada kemenangan yang abadi. Tak ada kepuasan yang abadi. Yang abadi hanyalah tugas menghamba selama hidup di dunia. Menjadi hamba artinya bekerja keras siang dan malam untuk yang diperhambakan. Tak peduli saat berjuang, saat kalah, saat menang, saat gagal, dan saat berhasil, semuanya harus bernilai ibadah di mata-Nya. Luapan kegembiraan hanya sementara. Gempita shalawat badar segera berlalu ketika Rasul memasuki madinah al-Karim. Setelah itu, adalah saatnya meneruskan perjuangan dengan membangun masjid, pasar, dan mempersaudarakan Anshor dan Muhajirin. Tak ada malam perayaan dan kembang api. Tak ada makan besar dan permainan rakyat. Perjuangan terus dilanjutkan.

Dan kita tidak tahu apakah perjuangan ini akan berahir husnul khotimah atau tidak....

Tak ada pilihan, saat energi telah menguap dalam gegap gempita kemenangan, segera siapkan cadangan energi selanjutnya untuk memertahankan kemenangan itu. Seperti mobil balap, siapkan nitromu untuk mepertahankan kecepatan tertinggi dan menambah lagi kecepatan itu sampai garis finish itu terlewati.

"Faidzaa.... Faragh ta Fanshob..!"

~ tulisan ini kudedikasikan untuk semua mujahid dan mujahidah yang baru saja mereguk kemenangan dimanapun antum berada... amal kita masih banyak... sementara jalan kita tidaklah pendek jua.... saatnya kembali mengencangkan ikat pinggang..! demi tertegaknya kalimat agung yang kita cita-citakan : Laa ilaa ha Illallah....!!! Khususnya kepada teman-temanku yang baru saja menyelesaikan masa ujian di kampusnya... Liburan adalah untuk JIHAD! Allahuakbar!!

Yahya Ayyash