St Gallen Symposium adalah acara tahunan yang dihadiri sejumlah pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia untuk berdialog dengan para pemimpin muda. Dalam acara tersebut, para ratusan pemimpin muda diseleksi lewat karya tulis bertemakan krisis global, untuk kemudian diambil 3 terbaik dan dipersilakan menyampaikan gagasannya di hadapan forum dunia.
Shofwan, sapaan akrab anak muda kelahiran Juli '85 ini, menjadi pemenang pertama dari tiga besar tersebut. Dengan karya tulis berjudul 'Boundaries as Bridges: A Reflection for Transnational Business Actors', ia mengungguli Jason George, mahasiswa program master dari Harvard University (peringkat 2) dan Aris Trantidis, mahasiswa program doktoral dari London School of Economics (peringkat 3).
"Saya bersyukur dan (penghargaan ini) membuatku yakin bahwa kita semua bisa menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan," ujar Shofwan saat mengobrol (chat) dengan detikcom, Minggu (24/5/2009).
Menurutnya, kapasitas anak-anak Indonesia tidaklah kalah untuk bersaing dengan siswa asing di bidang pendidikan. Hanya saja, kata dia, sistem pendidikan di Indonesia belum bisa menyatukan potensi-potensi anak bangsa yang tersebar, yang jika disatukan bisa menjadi kekuatan besar.
"Barangkali, selama ini kita hanya kurang baik manajemennya, " tutur pria yang gelar S1-nya didapat dari Hubungan Internasional, FISIP UI ini.
Di kota tua St Gallen itu, sejumlah 600 pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia berkumpul untuk berdialog dengan 200 pemimpin muda mengenai krisis global hari ini.
Dari kalangan politisi, daftar pembicaranya antara lain Presiden Swiss Hans-Rudolf Merz, Presiden Serbia Boris Tadic, Presiden Estonia Ilves, Kepala Japan Bank for International Cooperation Hiroshi Watanabe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Hiroyuki Ishige, Menteri Perdangan dan Industri India Kamal Nath, sampai Menteri Keuangan Singapura Shanmugaratnam.
Nama-nama besar juga ada di daftar pembicara dari kalangan bisnis. Mulai dari CEO PriceWaterHouseCoop ers, CFO Airbus, wakil dewan direktur FIAT, direktur Hindustan Construction, sampai Pimpinan Dewan Direktur Embraer Brazil.
Selain dari kalangan politik dan bisnis, tokoh dunia lain yang tampil di depan adalah para ilmuwan seperti Pemenang Nobel Robert Aumann, Presiden Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) Torsten Akesson dan juga jurnalis seperti Riz Khan dari Al Jazeera dan Peter Day dari BBC. (lrn/lrn)
~Dari milis muslim3bandung
PKPU, sebuah lembaga kemanusiaan nasional yang telah mendapat registrasi dari ECOSOC PBB, mengajak Anda untuk bergabung sebagai tenaga Desain Grafis.
SUATU ketika, dalam majelis koordinasi, seorang akhwat berkata kepada mas'ul dakwahnya, "Akhi, ana gak bisa lagi berinteraksi dengan akh Fulan." Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali ia menekan perasaannya. "Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi, dan... Afwan, terus terang juga tersinggung." Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu timbul tenggelam, "ikhwan itu mengatakan... ia jatuh cinta pada ana."

Di Postingan yang lalu-lalu saya menjelaskan secara singkat (kalau tidak mau dibilang serampangan :D) mengenai apa itu blogger. Perbuatan ini meninggalkan kegundahan dalam hati saya, takut apa saya jelaskan tidak selaras dengan apa yang pihak Blogger jelaskan. Oleh karena itu, saya akan mengutip saja keterangan tentang Blogger dari situs resminya di
yang membuat banyak pengaruh dengan ribuan pemirsa di seluruh dunia. Jurnalis dan amatir menggunakan blog untuk menerbitkan berita terkini, sementara jurnalis personal membeberkan pemikiran terdalam mereka.
Sebelum membuat akun baru pastikan Anda memiliki sebuah email dimana saja. Penjelasannya belakangan saja ya :). Form isian yang di wilayah biru adalah untuk registered user. Karena Anda adalah calon pengguna baru blogger, maka fokuskan pada daerah berwarna coklat pasir. Untuk memulai, klik tulisan "CREATE YOUR BLOG NOW"
DALAM buku Ummatuna Baina Qarnain, DR Yusuf Al-Qaradhawi menyebutkan sejumlah kegagalan kaum muslimin sepanjang abaci 20. Salah satunya adalah kegagalan dalam masalah perempuan. Kegagalan kaum muslimin pada masalah ini cukup berat. Kita terjebak pada dua sikap ekstrim;
Apa itu monetize blog? Saya juga baru mendapatkan istilah itu ketika mencari artikel mengenai mendulang uang lewat blog. Asal katanya juga tidak jelas. kata "Monetize" dekat sekali dengan kata money. Tetapi proses evolusinya dari money ke monetize terkesan dipaksakan. Apa mau dikata, kalau di lidah sudah cocok, maka tak perlu diperbincangkan lagi. :).
Adsense camp. AdsenseCamp merupakan website yang memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan ruang pada website Anda sebagai tempat pemasangan iklan bagi advertiser.
Ziddu.com. Diantara kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan situs rapidshare, situs penitip file itu. Nah, Ziddu adalah situs yang dapat dibilang mirip dengan rapidshare karena fungsinya untuk menyimpan file agar dapat didownload kapanpun, dan oleh siapapun. Bedanya, Ziddu memberikan kita kompensasi berupa uang untuk setiap file kita yang didownload orang lain (Asyik kan?!) Hebatnya lagi, ziddu tidak membedakan tipe pengguna situs. Tidak ada tipe free user atau premium user. Semuanya gratis dan tanpa waktu sekian detik untuk menunggu sampai kink download keluar (Keren pisaaan....). Sepertinya situs ini milik orang India karena iklan-iklan yang muncul kebanyak iklan untuk orang India. Tapi gak perlu dipikirin... selama file kita bisa didownload tanpa menunggu sekian detik dan dibayar untuk setiap download oleh No. ip yang unik kita sudah bersyukur.... :D
Para Nabi:
Mau mendownload mp3 murottal? klik link ini aja... :
















