Pages

Subscribe Twitter

Kamis, 30 April 2009

Bersihkan harddisk dengan C Cleaner

Kini tak usah risih kalau muncul warning dari windows yang mengatakan bahwa harddisk kita mengalami low space. Biasanya muncul kata-kata "System C: is low space. Free some space by clicking this balloon". Akibat dari suatu partisi yang teralu penuh adalah melambatnya cara kerja sistem, loading program yang lama, bahkan bisa nge-hank. Tentu hal itu akan menjadi nightmare kalau kita sedang mengerjakan tugas kuliah yang deadlinenya hanya tinggal beberapa jam saja. Waktu menjadi sangat berharga pada saat itu.

Tapi jangan panik, hal ini memang biasa dalam sistem operasi windows. Apa pasal? Harddisk yang terlalu penuh salah satu sebabnya dapat terjadi jika kita secara tidak sadar menumpuk file-file temporary dalam folder Local settings di C:/document and settings/[dir akun anda]/Local settings sebagai prosedur standar windows dalam beroperasi. Biasanya, file-file temporary ini disimpan oleh windows agar kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, windows tinggal menggunakan file temporary yang ada. Tapi, bukannya membuat kinerja windows efektif, file-file yemp yang bertumpuk itu semakin menyesakkan drive C: yang defaultnya butuh sekian besar free space agar komputer dapat berfikir normal.

Jangan kaget, besar dari file-file temporary itu bisa mencapai 2Gb lebih!!! Penumpukan file temporary itu terus ada dan bersemayam dalam harddisk kita tanpa begitu terasa berguna keberadaannya di harddisk kita. Dengan kata lain, kalau kita dapat menghapusnya, maka drive C: bisa mendapatkan kembali sekian besar free space untuk berfikir dan beroperasi.

Nah, untuk membersihkan file-file yang bersemayam namun keberadaannya terasa tak kita butuhkan, banyak sekali software yang tersedia yang bertugas membersihkan komputer kita dari file-file yang tidak kita butuhkan. Namun, dari sekian banyak software itu, saya merekomendasikan C Cleaner, sebuah freeware system optimization, privacy dan cleanig tool. Software ini dapat menghapus file-file system dan temporary yang tidak kita butuhkan yang membuat Windows berjalan lebih cepat dan membebaskan sekian banyak space dari hard disk.. Selain itu, C Cleaner juga membersihkan jejak-jejak dari aktivitas browsing kita berupa cookies dan internet history yang jarang kita butuhkan. Tapi tidak itu saja, C cleaner juga memiliki registry cleaner yang bisa membuang file-file registry yang tidak kita butuhkan. Namun yang lebih penting lagi ialah bahwa C cleaner bekerja sangat cepat dan tidak mengandung Spyware atau Adware. Keren kan?! So, kenapa gak dicoba?

Downlaod di sini

Rabu, 29 April 2009

Puisi LANGKAH

Langkah keseratus akan tercapai
Setelah langkah pertama, kedua dan ketiga

Derap langkah itu tengah kita ayunkan bersama
Disini, di tempat yang penuh makna dan arti

Dalam menuju langkah-langkah selanjutnya..
Pernahkah kita SURUT karena TAKUT??
PATUTKAH kita MENYERAH karena LELAH ??!!

REGUK SEMUA YANG ADA !!
TANAMKAN PADA JIWAMU !!
LATIH DIRI, TEMPA DIRI !!!

hari ini harus lebih baik dari hari kemarin !!
Dan esok harus lebih baik dari sekarang !!!

Dan...
Langkah keseratus,
BUKANLAH LANGKAH TERAKHIR !!!

(JJ, dalam buku kaderisasi ITSAR)

~ADF ingin mengucapkan selamat berjuang kepada ikhwah fillah di bumi Allah di manapun kalian berada... Kepada Antum yang ditimpa masalah... kepada Antum yang sedang berduka... kepada Antum yang sibuk dengan tugas, amanah, dan tanggung jawab yang seolah tak pernah habis dan berhenti... kepada Antum yang sedang mengerjakan TA dan Tesis... kepada Antum yang membina rumah tangga... kepada Antum yang mencari nafkah demi keluarga... kepada Antum yang berjihad di parlemen... kepada Antum yang mengayomi masyarakat... kepada Antum yang menyiapkan generasi unggul kaum remaja....kepada Antum yang memikirkan kemajuan umat... kepada Antum yang difitnah orang-orang fasik... kepada Antum yang berjihad dengan lisan, tulisan, harta bahkan nyawa... dan kepada Antum yang senantiasa... dan terus menerus mewakafkan diri dan jiwa Antum demi dakwah ilallah ini.... maka BERSEMANGATLAH..! dan PERTAHANKAN PERJUANGANMU...!! karena Allah, dan Rasulnya... dan orang-orang yang beriman senatiasa melihat gerak langkah kita demi mencapai kemajuan dan kebangkitan islam yang hakiki.... ALLAHUAKBAR!!!!

Keluarga Dakwah : "Aku mencintaimu karena Allah SWT"

Apa yang engkau rasakan di hari ini, suamiku? Masih samakah dengan sembilan tahun yang lalu, ketika pertama kali kita bersanding sebagai raja dan ratu sehari? Seusai ijab qabul yang engkau ucapkan dengan mantab, namun terdengar begitu syahdu di telingaku; sehingga tak kuasa ku menahan uraian air mata…

Tentu bukan kesedihan yang menggelayuti batinku. Air mata syukur karena saat itu, Allah SWT telah menakdirkanmu menjadi pendampingku. Mulai saat itu, bersama kita mengarungi samudera di dalam bahtera rumah tangga. Banyak kejutan-kejutan, yang berasa pahit dan manis. Karena sebelumnya engkau bukanlah siapa-siapa, namun tiba-tiba menjadi pemandu hidup yang mesti aku patuhi.

Ternyata tak gampang melakukan segala apa yang telah aku ‘azamkan sebelumnya. Siapa yang tak ingin menjadi isteri sholihah. Mampu menerima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan suami. Membaktikan diri sepenuh hati kepada suami, untuk meraih ridho Illahi? Tentu setiap wanita mendambakannya. Demikian juga dengan diriku… Namun aku belum yakin benar, apakah gelar mulia itu telah pantas engkau anugerahkan kepadaku.

Tak bisa kupungkiri, betapa masih banyak tingkah kekanakan-ku membuat gundah hatimu. Sering nasihatmu kusambut dengan paras kecut, sedih, bahkan dengan berlari meninggalkanmu. Tapi percayalah.., bukan karena aku tak patuh kepadamu, melainkan karena begitu rapuhnya diriku yang belum siap dengan pola yang engkau terapkan. Engkau dibesarkan dalam keluarga yang begitu lugas dan keras. Jauh berbeda dengan segala didikan yang sebelumnya kualami… Aku yakin, suatu saat aku akan menjadi lebih tegar dan mampu menjadi sosok yang engkau harapkan.

Suamiku…sembilan tahun sudah berlalu. Tiga orang buah hati telah hadir di tengah-tengah kita. Anugerah dari-Nya yang teramat berarti, mengisi lembaran-lembaran kehidupan kita berdua. Mereka begitu indah menorehkan kisah-kisah sedih dan gembira. Ada persaudaraan yang tulus, ada pula pertengkaran-pertengkaran yang menguji kesabaran kita. Menguji keadilan dan kearifan kita sebagai orangtua.

Setelah sekian lama kita bersama, sudahkah kita saling mengenal? Adakah engkau bahagia hidup bersamaku? Setidaknya senantiasa muncul dari lubuk hatiku, untuk lebih dan lebih mengenalmu. Untuk terus dan terus menambah baktiku. Supaya dapat aku menjadi seorang yang engkau terima dengan ikhlas. Supaya dapat kita seiring sejalan menjaga dan mendidik anak-anak kita. Agar kelak, kita dapat mempertanggungjawabkan di hadapan Sang Pemberi Amanah. Dan…betapa inginnya hatiku, jika aku-lah yang menjadi bidadarimu di negeri abadi… Amin.

Suamiku, dengan tulus kuucapkan…., "aku mencintaimu karena Allah SWT" di ulang tahun ke sembilan pernikahan kita.

[Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain]

Karya : Fivy Miftahiyah, tentang-pernikahan.com, dari eramuslim.com

bab 2 ebook Kado Pernikahan dah di upload. Silahkan di download di sini...:
http://www.scribd.com/doc/14616338/BAB-02-Mempertimbangkan-Pinangan

TARBIYAH DAN AKTIVIS LILIN

Dinamis dalam dakwah, performa sempurna, dan membangun kesan produktif. Dikenal sebagai aktivis dakwah. Tapi benarkah ini proses membangun? Ataukah tabir di balik kelemahan? Yang memberi cahaya tapi menghabiskan potensi dan nilai diri? Membakar habis ruh yang bergerak dalam jasad yang ragu, seperti lilin…?!


“Sebenarnya umat Islam tidak kekurangan kuantitas, tetapi telah kehilangan kualitas. Kita telah kehilangan bentuk dan keteladanan manusia muslim yang kuat imannya, yang membulatkan dirinya untuk dakwah, yang rela berkorban di jalan dakwah dan jihad fii sabilillah, dan yang senantiasa istiqomah sampai akhir hayatnya. Maka marilah kita beriltizam dengan tarbiyah dan janganlah kita ridha menukarnya dengan cara-cara yang lain.” Demikian taujihat yang disampaikan oleh Syaikh Musthafa Masyhur.

Inilah arahan yang mengajarkan kita tentang tujuan dari sebuah kerisauan. Satu perasaan yang yang senantiasa kita butuhkan untuk memantapkan satu kata dalam konsep diri kita…kedewasaan. Kerisauan inilah yang harus kita tempatkan di atas rel yang benar. Kepada umat dan kader dakwah ini, risau karena kualitas, dan bukan sekedar pada kuantitas. Risau kepada diri kita, kepada keluarga, dan kepada seluruh manusia yang telah dan akan membangun interaksinya dengan kita. Interaksi spesifik, interaksi ketaatan, interaksi dakwah.

Gambaran tersebut diwakili oleh Fulan, seorang aktivis dakwah kampus. Perenungan mengantarkannya pada diskusi dalam sebuah majelis yang diikutinya. “Ustadz, ini menjadi masalah besar dalam diri ane. Ane mencermati perilaku dan keluhan aktivis dakwah. Gambarannya begini. Ketika seorang hamba memiliki kuantitas ibadah yang bertambah, maka seharusnya berkorelasi positif dengan kualitas keimanan hamba tersebut. Dalam perspektif dakwah pun seharusnya berlaku hal yang sama. Seorang aktivis, ketika frekuensi aktivitas dakwahnya makin padat maka seharusnya ia juga memiliki kualitas keimanan yang juga meningkat. Akan tetapi kenyataan di lapangan terlihat agak berbeda. Seringkali aktivitas dakwah yang padat justru menggerus dan menyerap habis kesabaran, tabungan empati, dan kedewasaan seorang da’i. Kami menjadi lebih emosional, kehilangan nuansa ukhuwah, dan yang parah adalah melihat amanah dakwah sebagai seuatu beban. Kami merasa terjebak dalam ‘sekedar’ aktivitas formal keorganisasian, sekedar menjadi robot-robot pelaksana proker. Bahwa amalan tersebut tidak berbeda dari amalan mahasiswa lain yang menggelar konser musik kampus dan yang sejenisnya. Parahnya lagi, mereka terlihat lebih ‘hidup’ dengan dinamika aktivitasnya dibandingkan dengan nuansa yang kami miliki dalam mengemban amanah dakwah ini. Bahkan kadang-kadang setan datang dan memberikan was-was. Muncul pertanyaan-pertanyaan, susah amat sih menjadi selalu baik di hadapan orang. Atau ungkapan bahwa ane merasa memiliki kepribadian ganda, di depan orang lain selalu dituntut baik, tapi sebenarnya lemah ketika sendirian, dan seterusnya. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?”



Aktivis Lilin

Gambaran kondisi aktivis dakwah yang diwakili Fulan adalah gambaran aktivis lilin. Tampil sebagai da’I yang memberikan pencerahan kepada masyarakat kampus, akan tetapi secara sadar membakar habis potensi keimanan yang dimiliki. Penyebabnya adalah pemahaman yang memandang agenda dakwah berbingkai kegiatan organisasi selalu lebih utama dari agenda pembinaan. Perilaku turunannya adalah tidak jarang aktivis dakwah meminta izin dari jadwal tarbiyah karena ada syura dakwah. Pada saat itulah potensi keimanan sang aktivis tidak ter- up grade. Padahal itulah bekalan yang harus selalu tersedia dalam agenda dakwah, sekecil apapun. Dari pemahaman yang keliru tadi, aktivitas dakwah sang aktivis ‘membakar’ habis potensi dirinya. Mejadi futur adalah konsekuensi logis yang pasti terjadi.

Tanpa kita sadari seringkali kita terjebak di dalam konteks tersebut. Semangat yang kita miliki dalam dakwah sangat kondisional. Tidak didukung oleh agenda persiapan yang berkesinambungan. Ketika lingkungan kondusif untuk dakwah, maka kita akan tampil optimal.akan tetapi ketika lingkungan melemah dan amanah dakwah hanya tersampir di pundak segelintir ikhwah, maka kita pun melemah. Tidak mustahil akhirnya semangat dakwah kita kian melemah, meleleh, dan akhirnya padam, layaknya sebatang lilin.


Substansi dan Kedudukan Tarbiyah

Jika tarbiyah tidak penting, tidak mungkin Syaikh Musthafa Masyhur menegaskan, “Marilah kita beriltizam dengan tarbiyah dan janganlah kita ridha menukarnya dengan cara-cara yang lain.” Sebab tarbiyah adalah wadah dimana kita melengkapi pemahaman dan bekalan dakwah. Modal yang menjelma menjadi cirri dan karakter kita dalam menegakkan amanah kebaikan dan menyerukan Islam.

Dimanakah kiranya kita bias dapatkan tempat yang menempa kita menjadi seorang mujahid? Sosok yang memiliki tingkat pemahaman yang tinggi kepada agamanya, pemahaman yang menyeluruh, lengkap, dan orisinal terhadap Kitabullah dan Sunnaturrasul. Dan ia harus memiliki keikhlasan yang besar untuk menjadi laskar dakwah dan aqidah. Bukan sekedar laskar organisasi kampus apalagi laskar lainnya yang hanya mengejar keuntungan dan tujuan materi semata. Bukan pula laskar yang semata-mata mengejar kepentingan diri sendiri dan popularitas. Menjadi sosok yang mengutamakan kerja daripada hanya sekedar berbicara. Yang seimbang perkataan dengan perbuatan. Yang mengenal dengan pasti jalan yang dilaluinya dan mengikhlaskan niatnya karena Allah semata.

Sosok yang bertekad untuk dakwah dan membebaskan dirinya dari segala prinsip selain Islam dan dari manusia yang tidak menyetujui dakwah Islam. Kemudian ia menyiapkan dan menyediakan dirinya untuk berjihad di jalan Allah demi meninggikan Kalamullah dengan mengorbankan segala yang dimilikinya, jiwa, harta, waktu, dan usaha. Sosok yang oleh Allah ditawar tinggi dengan tebusan kemuliaan, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari diri orang-orang yang beriman dari diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka.” (QS.At Taubah: 111).

Dimanakah kiranya sosok itu dibentuk selain dari sebuah wadah pembinaan yang berkesinambungan. Pembinaan yang terukur dan sarat dengan proses implementasi nilai. Wadah yang menghimpun komitmen dan keinginan sekaligus membakar kelemahan dan tujuan yang menyimpang. Lingkungan yang memungkinkan kita memaksa diri untuk ikhlas menaati ketetapan Allah, penuh rasa ukhuwah, dan saling taushiyah.

Maka marilah kita renungkan, sekuat apakah kita akan bertahan dalam dinamika yang secara paksa merenggut semua peluang keimanan kita. Apalagi kalau kita berpikir masih dapat berpartisipasi melawan hegemoni kemaksiatan dan kemusyrikan serta budaya hidup yang melenakan. Kecuali dengan pengkondisian yang terstruktur dan terpantau, bersama orang-orang yang memiliki komitmen yang sama, serta saling menguatkan, melengkapi pemahaman dan bekalan yang dibutuhkan, hidup dalam tarbiyah. Maka dengan itulah kita mampu bertahan dalam pertarungan besar ini. Jika tidak, maka kita hanya akan mengulang kisah sedih para aktivis lilin yang tertipu oleh kekuatan dirinya, yang berakhir tidak bersisa kecuali menjadi debu yang tidak bermakna. Na’udzubillahi min dzalika.



Epilog

Kembalilah kepada tarbiyah sebagai langkah awal memulai kehidupan dakwah kita. Sebagai lingkungan membangun karakter mujahid diri kita. Karena dakwah ini tidak hanya menuliskan kisah-kisah keberhasilan dan kejayaan, melainkan juga penderitaan dan kesedihan, kisah pengorbanan yang menuntut pembuktian. Bukankah Allah telah mengingatkan kita, “Adakah manusia menyangka mereka akan dibiarkan berkata,’Kami telah beriman.’ Padahal mereka belum diuji dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, supaya Kami mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta.” (QS.Al Ankabut: 2-3)

Dengan tarbiyah marilah kita berhimpun dalam barisan aktivis dakwah, bukan aktivis lilin. Karena tarbiyah adalah wujud langsung komitmen kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Proses pembinaan diri mengarahkan kita untuk taat pada ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Hal ini menuntut komitmen dan memaksa kelemahan kita, yang juga berarti menyiapkan kita untuk dapat bertahan dalam berbagai ujian dan beban yang semakin berat.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) oleh orang-orang sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,”Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (QS. Al Baqarah: 214)

Masihkah kita bisa merasa tidak merugi ketika mengurangi dan tidak mengoptimalkan kesempatan dalam berbagai agenda tarbiyah kita? Belum tibakah saatnya memaksa kelemahan diri untuk patuh pada semangat kebangkitan yang sering kita cita-citakan?


Disadur dengan beberapa perubahan dari:
Al Izzah no.6/th.4/Juli 2004.

~sekali-kali rada berat materinya, tapi penting bagi dakwah ini boleh ya?

~DO'A UNTUK ADIK MENTOR~

Ya Rabb, Bentuklah adik-adik kami,
Menjadi muslim yang jauh dari sifat egois,
Menjadi muslim yang jauh dari sifat kikir,
Menjadi muslim yang jauh dari sifat tamak

Bentuklah adik-adik kami,
Menjadi muslim yang rasa cintanya pada saudaranya
melebihi rasa cintanya pada dirinya sendiri,
Menjadi muslim yang mendahulukan saudaranya
dari pada dirinya sendiri,
Menjadi muslim yang rela menanggung lapar agar saudaranya kenyang,
Menjadi muslim yang tidak pernah menghina saudara-saudaranya,
Dan tidak pernah membiarkan saudaranya dihina atau menghina,
Menjadi muslim yang berguna bagi lingkungannya,

Ya Rabb,
Bentuklah adik-adik kami
Menjadi muslim yang CUKUP KUAT mengatasi KELEMAHANNYA
Menjadi muslim yang CUKUP BERANI mengatasi KETAKUTANNYA

Ya Rabb,
Bentuklah adik-adik kami
Menjadi muslim yang BANGGA dan TEGUH DALAM KEKALAHAN, jujur dan rendah hati serta berbudi halus
Menjadi muslim yang berbelas kasih terhadap mereka yang gagal

Ya Rabb,
Kami mohon agar adik-adik kami,
JANGAN dipimpin di atas jalan yang mudah dan lemah
Tetapi di bawah TEKANAN dan DESAKAN,
KESULITAN dan TANTANGAN !!!
Didiklah adik-adik kami supaya TEGUH BERDIRI DI ATAS BADAI !!!
Berilah mereka juga kerendahan hati agar mereka ingat pada kesederhanaan dan keagungan asli, pada sumber kearifan juga pada kekuatan asli,

Ya Rabb,
Sesungguhnya Engkau-lah Allah yang Maha Luas pemberiannya, lagi Maha Mengetahui,

Bentuklah adik-adik kami,
Menjadi muslim yang senantiasa ingat kepada-Mu
Menjadi muslim yang mencintai-Mu
Yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mu’min
Yang bersikap keras terhadap musuh-musuh Islam
Yang berjihad di jalan-Mu
Dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Dengan demikian, kami, kakak-kakak mereka dapat tersenyum, bersyukur dan berbisik :

“Pengorbanan kami tidak sia-sia . . .”

(Dari buku kaderisasi ITSAR)

Keluarga Dakwah : "Visi Keluarga"

"AIR PANASNYA diminum dulu Kak Iz", Aisyah meletakkan baki berisi secangkir teh dan sepiring kecil pisang goreng. Ia memperhatikan suaminya yang sibuk membenahi kertas-kertas kerjanya. "Gimana Kak naskahnya, jadi terbit pekan ini?", tanyanya sembari duduk di kursi depan meja kerja.

"Insya Allah De,hari ini editing terakhir", Izzah meneguk cangkirnya, "Hmhh...ahh..Alhamdulillah
, enak juga, kirain cuma bisa buat rangka gedung doang." Kerling matanya menggoda Aisyah.

"Enak aja, pas kuliah aja 'Isyah jarang di dapur. Abis, Arsitek 'kan tahu sendiri. Udah deh Kak masih pagi nggak usah iseng, ntar lupa loh kerjaan di kantor" Aisyah berdiri membawa baki kosong berbalik ke dapur. Di wajahnya tersungging senyum, bahagia mendapatkan suami yang selalu membuatnya riang.

Izzah memandangi jilbab coklat muda yang berkibar menutup diri istrinya. Serasi. Ia teringat masa-masa awal setelah akad mereka.
"Aku tidak mempunyai apa-apa yang patut di banggakan. Tapi aku punya tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakanmu. Aku menghitung ini semua sebagai investasi akhiratku di hadapan Allah. Ingatlah kita sedang membangun peradaban. Kita mengemban misi dakwah dengan pernikahan ini." Izzah menatap dalam mata istrinya.

"Aku tidak memilihmu karena apa-apa, aku hanya yakin engkau dapat membawaku kepada Allah. Aku berdo'a mampu memberikan semua yang kau butuhkan untuk investasi itu. Aku tidak ingin mengulang kesalahan zaman, melahirkan anak-anak yang kering dengan kasih sayang dan perhatian. Tidak akan ada persaingan antara kasih sayang dan kesibukanku untuk mereka. Jika mereka jadi pelajar cukuplah, tak perlu sekaligus menjadi preman. Tak perlu ada hobi tawuran dalam dirinya." jawab Aisyah, sembari menunduk, mempermainkan cincin perkawinannya.

"Baiklah, ini visi kita, pelayaran pun baru kita mulai. Akan banyak badai di depan. Bantu aku menghadapinya," Izzah tersenyum. Penuh makna.

"Kak..,Kak Iz..Kak.., Nah... ya... senyam-senyum sendiri. Masih pagi Kak, istighfar. Ngelamunin Isyah ya., ngaku aja deh. Tenang aja Kak, Isyah nggak kemana-mana kok. Udah deh Kak, antarin Isyah ngampus yuk, Mo ketemu pembimbing, ntar telat nih" Aisyah menyadarkan Izzah sembari mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Izzah.

"Huhh Ge-eran nih jadi akhwat... Yuk". Izzah menggamit lengan istrinya. Mesra.


dari Al-IZZah No. 17/Th. 2, 31 Mei 2001 M

--------------------------
~ah, sebuah keluarga yang dibingkai semangat dakwah selalu memaknai hari dengan indah..

Awali ikatan suci itu dengan hamdalah.. mau baca bukunya? download di sini... (Bab 1 dari total 21 bab) :

http://www.scribd.com/doc/14335055/BAB-01-Kupinang-Engkau-Dengan-Hamdallah


JIWA-JIWA BARZAKH

Merekalah jiwa-jiwa Barzakh
Malam gelap……
Malam sunyi……
Malam senyap……

Dalam kesendirian malam, keramaian padang ilalang, jiwa barzakh melangkah melewati gundukan-gundukan tanah membujur teratur. TANAH PEKUBURAN…….

Disebuah gundukan yang bertuliskan namanya, jiwa barzakh itu berhenti, menunduk dan sejurus kemudian berdo’a diiringi isak tangis halilintar, gemetar.

Tangannya meraih skup yang sudah tergeletak sejak tadi dipinggir kubur, dan mulailah menggali.
Lima menit berlalu, dan menganga lubang kecil yang memang sudah biasa dibuka. Sekelilingnya disemen rapi. Jiwa barzakh masuk kedalamnya, menutup pintu atasnya, dan mulailah ia merenung.

“Inilah rumahku sesungguhnya. Rumah abadi, rumah kesendirian, rumah kegelapan”. G E L A P.

Jiwa barzakh mendudukkan tubuhnya, bersila. Sekelebat bayangan hadits nabi mulai memenuhi memorinya. “Wakafaa bil mauti waaidzo” dan cukuplah kematian menjadi nasihat.

Tangisan mulai mendera. Air mata mulai menghiasi wajahnya. Guncangan kembali terasa.

“Siapakah engkau?’ tanya jiwa barzakh.
“Aku adalah utusan ALLAH, yang akan mencabut nyawamu. Telah habis masamu di dunia”
“Tidak, tidak, aku belum siap !!!”
“ALLAH telah memberimu waktu untuk beramal. Telah datang peringatan kepadamu tentang usiamu yang hampir usai, tidak ada lagi kesempatan buatmu !!!”
“Tidak,…..tidak…..”
Ditariknya jiwa dari ubun-ubun.
“Sakit……sakiiiiiiit……toloo
ooong”
Meronta, ditarik, jiwa barzakh melawan, ditarik lagi,
“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi
“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi,
“Tidaaaaaaaaaaak…………
“Tidaaaaaaaaaaak…………
Aaaaaaaaaaaaaaa………….
Jiwa-jiwa barzakh itu menangis, dalam kubur, sunyi, sepi…

Merekalah jiwa-jiwa barzakh
Kubur gelap…..
Kubur sunyi…..
Kubur senyap…

Jiwa itu dibungkus dalam kain kafan yang hitam, basi baunya, bau menyebar kebusukan.
Dibawa naik keatas langit
Tidak bertemu dengan malaikat penjaga langit, kecuali ditanya,
“Jiwa siapakah yang bau busuk ini?”
“Jiwa fulan bin fulan” disebutkan nama jiwa barzakh dengan sebutan yang amat menyeramkan, menggetarkan, menggelegar.
Kembali jiwa barzakh menangis.
Lalu malaikat pembawa sampai dipintu langit, minta dibukakan pintunya.

Pintu langit tidak terbuka, malah terdengar jawaban. “Laa tufattahu lahum abwaabussamaa’iWalaa yadkhulunal jannata hatta yalijal jamalu fii sammil khiyaath”
“Bagi mereka-mereka yang ingkar kepada ALLAH, tidak akan pernah dibukakan pintu langit dan tidak akan pernah masuk kedalam syurga, sampai unta masuk kedalam lubang jarum”.

Terdengar suara

“Dusta hamba Ku, catatkan namanya dalam kitab sijjin, daftarkan ia dineraka jahannam”. Lalu jiwa itu dicampakkan kembali kedunia, dilempar masuk dalam alam kubur. Jiwa barzakh melolong.
“Oh ya ALLAH, ampuni dosa hamba Mu. Kutahu kehidupan didunia hanyalah sebentar. Dan aku akan menghadap kepada Mu, kembali ketempat tujuanku. Kehidupan hari akhir yang penuh dengan kegamangan, kebingungan dan ketakutan orang-orang yang ingkar. Hamba sadar, hamba sadar, hamba sadar……..ALLAH.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh
Alam gelap…..
Alam sunyi…..
Alam senyap…

Datang dua orang malaikat
“SIAPA TUHAN MU?” gemetar tanya mereka.
“Aku…aku…aku…tidak tahuuuuu………….”
Ya ALLAH, kenapa lidah ini begitu kelu menyebut asma Mu, kenapa lisan ini begitu kaku. Sungguh, aku telah menghafalnya di dunia, telah kuulang puluhan, ratusan, ribuan ,milyaran kali…… tapi kenapa ya ALLAH,
Apakah kurang khusyu shalatku?,
Apakah kurang panjang do’a ku?,
Apakah kurang basah lisanku?,
Apakah kurang cintaku, dan kurusak dengan cinta-cinta lain selain Mu? Oh….ALLAH.
“Aku…aa….aku tidak tahuuuuuuu…….
“Rasakan siksanya!!!”
Gada, palu, dan rantai menghampiri tubuhnya,
H A N C U R,
Darah berceceran,
Sakit, menjerit, aaaaa….
Dibarukan lagi, dihancurkan lagi,
Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaaaaaa, dibarukan lagi.

“SIAPA NABI MU?” gelegar tanya mereka.
“Aku,…aku…aku…tidak tahuuuuu…..”
Ya habibi, ya Muhammad, kenapa lidah ini begitu kelu menyebutmu, kenapa aku sulit menjawab pertanyaan ini, kenapa? Sungguh telah kuikuti langkahmu, mengajak manusia, berda’wah dengan sungguh-sungguh kepada mereka, mengajak mereka mengenal ALLAH dan engkau. Sungguh telah kuamalkan semua sunahmu. Kujauhi semua laranganmu. Telah kurindu engkau dalam hatiku, bersemayam engkau dalam lubuk batinku.
Apakah kurang ikhlas da’wahku?
Apakah kurang pengorbananku dalam da’wah ini?
Apakah ia diiringi dengan riya’, dan mengharapkan pamrih manusia? Oh, Muhammad.
“Aku….aku…aku tidak tahuuuuu….”
“Rasakan siksanya!!!”

“APA KITAB MU?” gelegar petir tanya mereka.
“Aku..aku….aku… tidak tahuuuuu…..”
Ya hudaaan, ya Qur’an, kenapa lagi lidahku? Kenapa namamu tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini, agar selesai sudah semua penderitaan?
Telah kubaca engkau, dihari-hari sibukku, penghias batinku ditengah-tengah kehidupan yang penuh coreng moreng nista, dosa dan maksiat. Telah kuhafal engkau sebagai teman malamku. Saat orang lain terlelap, kulantunkan kalimatmu yang indah, dan menangis daku. Mana air mataku, ia telah menjadi saksi bahwa aku pernah menangis didunia karena membacamu. Telah kubela engkau, saat manusia bodoh menghina dan menginjak-injak isi kandunganmu.
Apakah kurang suci lisanku?
Apakah kurang baik tajwidku?
Apakah kupermainkan engkau, karena kutahu isinya namun tak mengamalkan?Oh….Qur’an , “aku….aku….aku tidak tahuuu…….”
“Rasakan siksanya!!!!”

“DI MANA KIBLATMU?” tanya mereka
“Oh……oh….oh aku tidak tahuuuu….”
Ya Ka’bah mukarromah, kenapakah lidahku? Kenapa engkau tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini agar ringan penderitaanku? Sungguh, telah kuhadapkan wajahku mengarah kepadamu, puluhan kali dalam sehari. Kutambah amalan yang wajib dengan shalat-shalat sunnah. Telah kuraba engkau, sesampainya dirumahmu bersama jutaan manusia lain yang melaksanakan haji. Telah sering kubincangkan engkau dalam seruan mengajak manusia untuk membangun masjid agar bertambah banyak yang mengarahkan wajahnya padamu.
Apakah kurang bermakna shalatku?
Apakah kurang lantunan takbirku?
Apakah kukhianati engkau, karena ada kiblat lain dalam kehidupanku? Oh….Ka’bah mukarromah.
“aku…aku…akutidak tahuuuu……”
“Rasakan siksanya!!!”
Gada, palu dan rantai menghampiri tubuhnya, HANCUR, Darah berceceran, sakit, menjerit,aaaa……
Dibarukan lagi,
Dihancurkan lagi, Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaa, dibarukan lagi.
Jiwa-jiwa barzakh menangis, pilu menyayat hati. Mengguncang keras bagai pipit, menghias dinding-dinding kubur yang sempit, menghimpit.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…

Seluruh tubuhnya basah dengan air mata.Kristal-kristal putih berloncatan dari matanya yang sendu kuyu. Linangannya menggenang jatuh kedasar kubur buatan yang sengaja dikarya jiwa berzakh untuk selalu mengingatkannya pada rumah abadi.
Ditempat inilah, jiwa berzakh mengadukan keluh kesahnya kepada ALLAH, zat yang menciptakan mereka tentang kelemahan dirinya. Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu selalu merasa tak sempurna walau telah berusaha memenuhi tugasnya didunia. Mereka siapkan hidupnya untuk menjawab pertanyaan sulit, hasil evaluasinya terhadap fungsi kehidupannya sebagai manusia.
Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu sadar, mereka akan masuk kedalam kubur buatannya. Suatu hari nanti. Dan tak akan pernah membukanya kembali sampai saat ia dibangunkan dialam mahsyar. Ia tebar banyak saksi, kristal air mata disana, agar dapat membelanya, menunjukkan pada sang penanya, Munkar-Nakir, bahwa ia pernah menangis ditempat ini, mengingat kematian. Dan alam berzakh……
Malam ini, jiwa berzakh itu masih dapat membuka pintu kubur, untuk melanjutkan kehidupan. Entah sampai kapan waktunya……..

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…..
Malam gelap, kubur gelap, langit gelap,
Hati terang seterang rembulan……………

# Al-‘Izzah ed……. #



“ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk syurga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan diatas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang zalim.”

QS. Al- A’raaf : 40 & 41.

~maaf kepanjangan....


~ DO’A UNTUK ORANG TUA ~

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan
dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.


(Diambil dari syahifah as-Sajjadiyah)

Qanaah

Tatkala negeri Mesir dikepung oleh balatentara Islam di bawah pimpinan Amr bin Ash, ada sebuah benteng paling teguh, pusaka zaman Babylon. Raja negeri Mesir yang bernama Muqauqis telah mengirim seorang utusan kepada pahlawan Islam itu, membawa titah demikian bunyinya :

"Tuan-tuan telah masuk ke dalam negeri kami; dengan sikap gagah perkasa tuan-tuan memerangi kami, sudah lama tuan-tuan berusaha mengerjakan pekerjaan yang demikian besar. Tidakkah tuan-tuan ingat, bahwasanya tuan-tuan hanya mempunyai kebangsaan yang lemah, yang telah pernah di bawah pengaruh bangsa Rum ? Kalau tuan-tuan teruskan juga pekerjaan ini, tuan-tuan akan jatuh kelak ke dalam tawanan kami. Maka sebelum terlanjur, lebih baik kita berembuk Utuslah ahli-ahli bicara supaya kami dengar pembicaraan¬nya. Moga-moga dengan perembukan yang demikian, kian mendapat persetu¬juan, yang menyenangkan hati kami dan hati tuan-tuan. Kalau urusan ini kita lambatkan, takut kelak balatentara Rum datang menyerang tuan-tuan, kare¬na negeri ini di bawah kekuasaannya. Pada ketika itu percuma penyesalan. Se¬bab itu, segeralah utus ahli bicara itu supaya kita cari rembukan yang menye¬nangkan itu."

Seketika utusan Raja Muqauqis itu telah datang menghadap Amr, maka utusan itu ditahannya di dalam kumpulan tentaranya dua hari lamanya, tidak dibiarkan kembali ke istana Muqauqis. Setelah lepas dua hari, setelah mereka saksikan pergaulan kaum Muslimin, barulah dibiarkan pulang.

Muqauqis bertanya seketika utusan itu sampai:
"Bagaimanakah keadaan balatentara Islam itu menurut pandangan kamu ?"

Mereka menjawab :

"Kami lihat, adalah mereka suatu kaum yang lebih suka menghadapi maut daripada menghadapi hayat. Merendahkan diri lebih mereka sukai daripada mengangkat diri Tidak ada yang teperdaya oleh dunia dan isinya. Duduk me¬reka semata-mata atas tanah, makan sambil bersela. Amimya serupa saja de* ngan orang biasa, tidak dapat dikenal mana yang tinggi dan mana yang rendah pangkatnya, atau mana yang penghulu dan mana yang pengikut. Mula-mula mereka basuh tiap-tiap ujung anggota mereka dengan air, dan mereka berdiri sembahyang amat khusyu nya. "

Mendengar itu berkata Muqauqis:
"Demi Tuhan yang ditarik orang untuk persampahan, sesungguhnya kaum yang demikian itu, walaupun gunung yang akan menghambat maksudnya, akan diruntuhnya juga. Tidak ada bangsa yang sanggup berhadapan dengan kaum yang begitu."

Anjuran Muqauqis supaya dikirim ahli bicara dikabulkan oleh Amr. Ubba-dah bin Shamit diutus. Dia telah berkata di hadapan baginda, percakapan yang cukup mengandung qana'ah :

"Kami berjihad pada agama Allah dan tidak lain maksud kami hanyalah mencari keredhaan Tuhan. Bukanlah kami memerangi musuh lantaran harap akan dunia, bukan supaya kami beroleh kekayaan, meskipun harta rampasan itu telah dihalalkan Allah bagi kami Tidak ada di kalangan kami yang me¬mentingkan harta, walaupun kami berharta emas sebesar gunung, atau tidak beruang sepeser juga. Karena tujuan kami dalam dunia ini, hanya sekedar mengambil sekenyang perut, siang atau malam. Kalau pun kami tidak ada harta selain itu, cukuplah itu bagi kami, dan kalau kami banyak harta-benda, tidaklah kami teringat menyimpannya, tetapi memberikannya dengan segera kepada Jalan Allah. Karena menurut keyakinan kami, nikmat dunia itu be¬lumlah pantas disebut nikmat, kesenangan belum perlu disebut kesenangan, sebab nikmat dan kesenangan yang sejati adalah di akhirat. Pelajaran itulah yang diperintahkan Allah kepada kami, dan diajarkan oleh Nabi kami Kami diperingatkan oleh beliau, supaya menghadapi dunia hanya sekedar untuk pengisi perut, penghindarkan lapar, penutup aurat. Dan pekerjaan serta ke¬pentingan yang paling besar dari semuanya, telah menuntut keredhaan Allah dan memerangi musuh Tuhan."

Maka datanglah waktu sembahyang. Ubbadah bin Shamit, sembahyanglah, kudanya terikat di dekatnya. Maka terlihatlah oleh beberapa orang bangsa Rum. Mereka datang ke tempatnya cukup dengan pakaian dan perhiasannya, hendak melihat upacara sembahyang yang ganjil itu, lalu mereka olok-olok¬kan dan tertawakan. Selesai sembahyangnya yang pertama dan dia mele¬ngang, dikejarnya orang-orang yang mengolok-olokkan itu, sehingga lari ber¬pencaran. Sambil lari mereka buka perhiasan-perhiasan yang lekat di badan¬nya, mereka cecerkan di tanah. Sebab mereka sangka, dengan melihat batu-batu permata yang mahal berlingkar emas, Ubbadah akan berhenti mengejar. Tetapi Ubbadah masih tetap mengejar, sampai mereka lari ke dalam benteng. Dari sanalah mereka mencoba melemparinya dengan batu. Karena tidak akan dapat bertemu lagi, Ubbadah pun kembalilah ke tempat sembahyang tadi, dan sekali-kali tidak teringat olehnya hendak memiliki barang-barang perhiasan yang sengaja dijatuhkan itu.

Demikianlah sebuah contoh, bagaimana pengaruh qana'ah atas kemenangan kaum Muslimin tempo dahulu, keduniaan mereka pandang ranting kehi¬dupan yang paling kecil, dan mereka besarkan usaha menuntut keredhaan Tuhan, menjalankan perintah Allah dan Rasul. Dengan niat demikian, mereka telah mengalahkan bangsa-bangsa yang besar-besar, menaklukkan kota-kota dan negeri yang ramai-ramai.

HAMKA, (Tasawuf Modern)

~ Apapun yang terjadi, JIHAD adalah tetap jalan juang kita akh!


Sukses Kecil ke Sukses Besar

Tiga komandan pasukan dalam Perang Mu'tah itu berguguran sebagai syuhada, Zaid Bin Haritsah, Ja'far Bin Abi Thalib, dan Abdullah Bin Ra-wahah. Pasukan muslim yang berjumlah sekitar 3000 orang memang tampak tidak seimbang ketika harus berhadapan dengan 200.000 orang dari Pasukan Romawi yang dipimpin langsung oleh raja mereka, Heraclius.
Kelihatannya, Rasulullah saw sudah meramalkan kejadian itu. Maka, beliau berpesan kepada pasukan ini, apabila ketiga komandan mereka gugur, maka mereka harus memilih seorang komandan baru di antara mereka. Dan yang dipilih oleh kaum muslimin ketika itu adalah Khalid Bin Walid.

Akan tetapi, apakah yang kemudian dilakukan Khalid Bin Walid? Beliau justru menarik mundur pasukannya ke Madinah. Penduduk Madinah tidak dapat memahami strategi ini. Maka, anak-anak mereka melempari Pasukan Khalid, karena menganggap mereka pengecut dan meninggalkan peperangan. Namun, Rasulullah saw justru memberi gelar kepada Khalid sebagai "Saefullah al-Maslul" (Pedang Allah yang Senantiasa Terhunus).
Secara gemilang, Khalid telah berhasil menye¬lamatkan banyak nyawa para sahabat dari sebuah pertempuran yang tidak seimbang. Ini bukan sekadar sebuah pertempuran, tetapi sebuah peperangan. Masih ada medan lain yang akan mempertemukan mereka dengan Pasukan Romawi. Hanya lima tahun setelah itu, Khalid Bin Walid membuktikan sabda sang Nabi dalam Perang Yarmuk.

Sukses dalam Perang Yarmuk adalah puncak dari sederet sukses-sukses kecil yang telah diraih Khalid sebelumnya. Dialah ujung tombak pembebasan Mekkah, komandan Perang Riddah, dan pembuka pintu pembebasan Persi. Maka, begitulah kenyataan ini menjadi kaidah kepahlawanan, bahwa kesuksesan besar sesungguhnya merupakan kumpulan dari kesuksesan-kesuksesan kecil, yang dirakit perlahan-lahan, dalam rentang waktu yang panjang.

Sukses besar, dalam sejarah hidup seorang pahlawan di mana ia mencapai puncak, lebih mirip sebuah pendakian. Tidak semua orang sampai ke puncak. Namun, semua yang sampai ke puncak harus memulai langkah pertamanya dari kaki gunung. Ini kaidah yang terjadi dalam semua medan kepahlawanan.

Imam Syafi'i menulis banyak buku. Namun, prestasi ilmiahnya yang paling gemilang adalah temuannya atas ilmu Ushul Fiqh. Ibnu Taimiyah menulis banyak buku, tetapi kumpulan fatwanyalah yang paling monumental. DR. Yusuf Al-Qardhawi menulis banyak buku, tetapi mungkin buku Fiqh Zakat yang paling prestisius. Sayyid Quthb menulis banyak buku, tetapi Fii Dzilalil Quran yang paling abadi.

Apa yang perlu kita ketahui adalah proses perjalanan dari sukses kecil ke sukses besar. Secara psikologis, sukses-sukses kecil itu membangun dan memperkokoh rasa percaya diri para pahlawan. Akan tetapi, dalam proses kreativitas, sukses-sukses kecil itu memberi mereka inspirasi untuk memunculkan karya yang lebih besar. Ibnul Qoyyim benar ketika beliau mengatakan, "Setiap kebaikan yang kita lakukan akan mengajak saudara-saudaranya yang lain.

~semoga esok adalah kemenangan besar kita untuk kemenangan yang lebih besar lagi.. Allahuakbar!!!

Berprasangka Baiklah...

Jika Anda sedang mengendarai mobil, disuatu jalan yang gelap ditengah malam. Lampu mobil Anda tidak cukup kuat untuk menerangi jalan yang akan dilalui karena kabut yang begitu tebal. Lalu tiba-tiba ada yang memberitahu Anda, "Hati-hati Pak, 200 meter lagi bapak harus mengurangi kecepatan dan saat berbelok harus hati-hati juga, sebab jika tergelincir akan masuk jurang."

Apa tanggapan Anda? Sementara kebenaran berita tersebut belum tentu benar.

Jika saya dan Anda tentunya akan berterima kasih kepada orang tersebut. Anda perlu hati-hati sambil mengecek kebenarannya. Jika benar Anda akan selamat dan jika salah apa ruginya?

Sering kita lihat, mungkin termasuk saya sendiri, saat ada orang yang "menasehati" atau memberitahu kita, sering timbul ego kita. Dengan berbagai macam tanggapan
"Saya sudah tahu"
"Sok tahu kamu"
"Emang saya bodoh?"
dan sebagainya.....
Padahal jika kita mau sedikit berfikir, apa gunanya berkata seperti itu? kita akan tahu bahwa itu suatu hal yang naif. Tapi anehnya menurut pengamatan saya, hal tersebut sering terjadi.

Ada beberapa hal yang bisa membuat perkataan semacam itu muncul

Pertama takabur
Dia merasa tidak perlu lagi merasa dinasehati atau diberitahu oleh orang lain. Dia merasa hina jika dinasehati orang lain.

Kedua prasangka buruk
Bia berprasangka bahwa yang menasehati bertujuan untuk menunjukan dia bodoh.

Sepertinya naif sekali yah. tetapi kenyataannya komentar-komentar seperti di tasa sering kali muncul.

Bagaimana menurut Anda dengan sikap seperti ini :
Jika ada orang yang menasehati saya, saya anggap orang tersebut sayang kepada saya. Saya akan berterima kasih.

Jika memang dia bermaksud menghina, abaikan saja kita bersabar saja supaya mendapat pahala yang sabar. Sedangkan nasehatnya bisa kita cermati, jangan-jangan ada manfaatnya.

Jika nasehatnya salah, tidak apa-apa dari niatnya saja dia sudah baik. Bagaimana jika niatnya tidak baik? Tidak apa-apa, ingat pahala sabar menanti.

Insya Allah prasangka baik akan memberikan kenikmatan bagi Anda.
==========================
=====
oleh Rahmat

Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com

Download Ebook mengenai menata hati dan akhlak:

http://www.scribd.com/doc/13491556/A-a-Gym
http://www.scribd.com/doc/13491583/AsasAsas-Akhlak-Dalam-Harakah-Islamiah-Abul-aLa-AlMaududi


Sang Pemimpin Belanja Sayur

Pagi-pagi ba'da shubuh dan bebenah, seperti biasa acara rutin sebagian ibu-ibu adalah belanja.Demikian pula aku. Udara masih dingin kala itu. Kuturuni tangga kontrakanku. Kujumpai sebagian ibu-ibu berjalan menuju titik yang sama, tempat belanja! Tanah kapling di bawah kontrakanku masih banyak yang belum dibangun. Aku berjalan tepat di samping rumah ustadz
Hidayat Nurwahid, Presiden Partai Keadilan. Di belakang rumah beliau, rumput masih banyak tumbuh dan tanah sedikit berair menyisakan tanda-tanda rawa yang masih belum sepenuhnya teruruk.

Aku terus berjalan. Naik beberapa tangga, melalui pintu gerbang SDIT Iqro' Pondok Gede yang sudah terkuak. Rumah ustadz Rahmad Abdullah yang asri dan sederhana kulewati. Rumah yang tiap dua hari sepekan kusambangi sebab di situlah aku belajar tahsin pada istri beliau. Aku terus berjalan melalui beberapa rumah para aktvis da'wah hingga akhirnya sampailah ke tempat
belanjaan.

Belum selesai aku memilih-milih, tiba-tiba muncul laki-laki yang di lingkungan kami sangat dikenal dan tidak asing. Beliau bersama putranya. Kemunculannya tentu sangat tidak diduga. Kami para ibu pun mempersilakan beliau untuk mendapat pelayanan terlebih dulu. Beliaulah satu-satunya laki-laki saat itu. Aku memperhatikannya. Subhanallah, tak ada kecanggungan.

Sesampai di rumah kuceritakan apa yang kulihat pada suamiku, dengan penuh kekaguman.

"Ya, begitulah yang terjadi dalam keluarga beliau. Saling taawun antara suami istri tanpa harus dibatasi oleh pemisahan pekerjaan yang kaku," komentar suamiku yang berinteraksi cukup intensif.

Esoknya aku menjalani rutinitas yang sama, belanja. Di jalan, aku berpapasan dengan laki-laki itu kembali, bersama putranya.

"Belanja ustadz?" Aku sengaja menyapa.

"Iya, istri lagi sakit perut dan khodimah (pembantu) pulang," jawab beliau sambil tersenyum.

Aku mengangguk-angguk. Subhanallah, aku jadi teringat Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai Gubernur. Beliau kadang belanja di pasar dan mengikat serta memanggul sayuran sendirian. Inilah profil yang perlu dijadikan teladan.

Laki-laki yang saya jumpai itu, yang belanja di tukang sayur itu adalah ustadz Ahmad Heriawan Lc. Beliau adalah ketua Partai Keadilan DKI Jakarta dan anggota DPRD DKI Jakarta. Saya tidak akan terheran-heran jika beliau belanja bersama istri dan anak-anaknya di Supermarket, yang bagi
keluarga muda atau keluarga jaman sekarang hal yang biasa dan sangat tidak tabu. Tetapi ini harus berbelanja dan ikut antri dengan para ibu rumah tangga, walau pada akhirnya beliau dipersilakan untuk dilayani lebih dahulu.

Lagi-lagi dengan takjub saya menceritakan apa yang saya lihat kepada suami saya. Sebagai orang yang intensif bertemu dengan beliau bahkan banyak menimba ilmu kepada beliau, suami saya berkata,

"Ustadz Heriawan memang subhanalloh Dik. Sebagai muridnya, saya merasakan kedekatan. Ketika sholat jama'ah di masjid misalnya, beliau kadang-kadang secara tiba-tiba merangkul saya dari belakang. Saya juga beruntung mempunyai jadwal ronda dengan beliau."

Ya, suami saya memang beruntung, beliau mendapat jadwal ronda bersama ustadz Ahmad Heriawan dan Ustadz Satori Ismail, sehingga pembicaraan kala ronda adalah pembicaraan pembicaraan yang bermutu.

Ah… saya jadi menghayal, seandainya negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang berakhlaq mulia, yang mempunyai keharmonisan keluarga, yang dekat dengan anak dan istrinya, yang mempunyai hubungan baik dengan para tetangga, yang memuliakan wanita dan kaum papa, betapa indahnya
dunia. Saya jadi teringat cerita sederhana dari istri beliau.

"Ayahnya Khobab (ustadz Ahmad Heriawan) sangat suka sayur lodeh nangka. Suatu saat beliau meminta saya untuk memasaknya. Begitu tahu bahwa ternyata membuat sayur lodeh nangka itu membutuhkan proses yang begitu lama, beliau pun berkata, "Sudah Bu, sekali ini saja. Kalau tahu
bahwa prosesnya begini lama, ayah tak akan meminta dibikinkan. Dari pada waktu demikian panjang hanya habis untuk bikin sayur, mending buat baca atau untuk mengerjakan yang lain."

Nampaknya sangat sederhana, namun saya melihat ada satu hal yang luar biasa, tersirat dalam ungkapan itu, pemberian peluang yang luas bagi berkembangnya istri.

Saya memang harus banyak belajar dari keluarga pimpinan saya yang sempat menjadi tetangga saya itu. Yang jika orang-orang terkenal memberikan tarif dalam ceramah-ceramahnya, beliau malah
pernah menolak ceramah dengan bayaran cukup lumayan karena harus terikat dengan pola yang diterapkan penyelenggara. Maka jangan heran, jika kita mengundang beliau dan memberikan "amplop" dengan mengatakan uang transport, maka seluruh uang yang ada di dalam amplop itu
akan beliau gunakan untuk membayar jasa transportasi, dan tak menyisakan untuk kantong beliau sendiri.

Ah,itukah sibghoh Allah? Sebuah generasi yang dijanjikan oleh Alllah dalam surat Al-Maidah: 54 itu semoga kian dekat di sekitar kita, dan semoga memang sudah ada di sekitar kita.

M. Muttaqwiati
Dari Buku "Bukan di Negeri Dongeng"

Senang dengan kisah-kisah teladan yang tidak akan pernah kita temukan dalam dongeng? download bukunya di:

http://www.scribd.com/doc/13378202/BukanDiNegeriDongengHelvyTianaRosa

Biodata iblis/ Syaithan

Nama : Iblis/ Syaithan
Gelar : S.Tp (Sarjana Tipu daya) spesialisasi ilmu penyesatan Manusia

Kuliah : Hell University
Tgl.Lahir : 1-1 (tanggal satu bulan satu) tahun perintah sujud pada Adam

Agama : Kekufuran
Alamat : Hati orang-orang yang lengah
Hobby : Menipu, menggoda, menyesatkan serta menjerumuskan manusia.

Cita-cita : Semua manusia masuk neraka.
Warga negara : Dunia.
Pekerjaan : Pengasuh semua manusia yang sesat dan dimurkai Allah.

Pangkat
dan golongan : Pembangkang Utama.
Jabatan : Peminpin tertinggi kekufuran dan syirik.
Masa kerja : Sejak kelahiran adam hingga kiamat.
Modal kerja : Penipuan.
Cara kerja : Bertahap (slow but sure)
Sarana : Seks, harta, jabatan dan semua hiasan dunia.
Sumber rezeki : Apa saja yang penting haram.
Tempat nongkrong : Night Club, pasar dan tempat-tempat kotor.
Istri : Semua yang terbuka auratnya
Anak sah : Lima Syaithan.

"Tsabar", tugasnya menyertai orang yang ditimpa musibah agar kita menolak dan menyalahkan Allah atas takdir dan ketetapan-Nya.

"Al-A’war", nongkrongin manusia agar jatuh pada kedurhakaan seksual.

"Miswath",penyebar luas kebohongan, isu negatif dan Gosip.

"Dasim", pemecah belah dan penimbul kesalah-pahaman khususnya pada suami Istri.

"Zalambur", preman pasar, tukang mendorong pada penipuan, kebohongan dan segala bentuk kejahatan ekonomi.

Cucu-cucu : Yang durhaka pada orang tuanya.
Yang ditakuti : Dzikir dan ayat al-quran.
Musuh : Tuhan dan orang yang beriman.
Teman : Semua yang rakus, boros dan ingin kekal.
Kekuasaan : Nihil.
Kamampuan : Lemah.
Wewenang : Merayu.

Alat komunikasi : Waswas dan mengumpat.
Yang paling disenangi : Terputusnuya hubungan manusia dengan Tuhannya.
Kepribadian : Angkuh, congkak, takabur

Sebuah Renungan, Teguran, Sekaligus Doa

Kawan,
hidup ini ternyata,tidak sekedar mengejar cita-cita pribadi saja
Di luar sana masih banyak orang tidak punya rumah
Masih banyak orang yang bahkan tidak tahu apakah besok pagi dia masih bisa makan

Masih banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan terus tidur beratapkan langit yang bahkan terkadang memuntahkan air dan beralaskan tanah yang keras

Masih banyak mereka yang masa depannya tidak jelas
Tapi sayangnya kita sering lupa akan hal itu

Seringkali kita hanya ingat dan berempati hanya saat penderitaan mereka disodorkan depan muka kita. Selebihnya, mungkin kita lupa. Padahal seharusnya kita lah yang mencari tahu. Kita yang mencari fakta-fakta, bukan menunggu untuk ditemukan oleh fakta. Tapi sayangnya, kenyataan yang sering terjadi adalah kita hanya menunggu.

Masih banyak mereka yang tidak mandi karena alasan-alasan yang mungkin bagi kita mudah saja, seperti air bersih, sabun, dll. Sedangkan kita pun mungkin secara sadar maupun tidak sering membuang-buang air bersih atau memiliki banyak sabun yang tidak terpakai. Masih banyak mereka yang tidak memiliki baju selain yang menempel di tubuh mereka dan kita masih sempat mengeluh ngeluh karena baju kotor yang menumpuk? Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung memiliki banyak baju.

Masih banyak mereka yang tidak memiliki orang tua dan kita terkadang sering menggerutu hanya karena ditegur orang tua?
Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung karena masih diizinkan Allah untuk mewujudkan rasa sayang dan membalas kebaikan orang tua kita.
Seringkali kita mengeluh dan mengomel karena kelelahan berjalan kaki. Ingatlah kawan..itu artinya kita masih punya kaki dan tubuh yang berfungsi dengan baik.

Apapun yang terjadi..
Seburuk apapun keadaan kita,,cobalah kita pandang dari sudut pandang yang berbeda
Dan kita akan menemukan dan pada akhirnya mengerti cara Allah menyayangi, mendidik, dan memberi yang terbaik untuk kita
Because we are loved

Tapi kenapa kita sering lupa?
Kenapa kita sering tidak berinfaq jika tidak diminta?
Kenapa tidak mencari tahu di mana kita bisa berinfak?

Kawan..
Hidup tidak hanya bersemangat berprestasi dalam bidang akademik, organisasi, atau pekerjaan
Semua itu bagus sekali namun semangat dan prestasi luar biasa itu tidak ada artinya bila implementasinya sama dengan nol
Tidak ada artinya bila ternyata kita sampai lupa dengan orang-orang di luar sana
Mereka yang menjadi korban kemerdekaan yang belum merdeka
Mereka yang menjadi korban para pejabat yg bagai kacang lupa kulitnya itu
Mereka yang terlupakan, mereka yg dibohongi, mereka yg tertindas, mereka yg terjajah oleh 'kemerdekaan' negeri ini

Kawan..
Bersyukurlah punya banyak makanan
Banyak sekali orang yg kelaparan di dunia ini
Di Ethiopia, India, Indonesia, atau bahkan mungkin beberapa meter dari tempat kita duduk saat ini
Jadi ingatlah kawan..Jangan sampai kita membiarkan makanan membusuk di kulkas atau menjadi basi di dalam lemari / tudung saji

Kawan..
Mari kita luangkan waktu..,,untuk bersyukur
Ya, untuk bersyukur
Karena selalu harus ada waktu untuk bersyukur
Jangan sampai kita bersikap tidak tahu diri
Jangan sampai kita rutin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman namun tidak ingat untuk berterima kasih kepada Allah

Kawan...
Mari kita menghargai setiap waktu yang terlewat karena waktu tidak dapat berputar kembali
Bahkan Leonardo Da Vinci pernah menyatakan keheranannya mengenai manusia yang sering tidur. Ia berpendapat manusia hidup tersebut seperti orang mati saja karena apa bedanya orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal apabila yang hidup juga tidak melakukan apa-apa (baca: sia2)?

Kawan..
Lihat ke negeri Palestina sana
Ke negeri para bayi yang terlahir untuk hidup di surga
Ke negeri yg para penghuninya waspada setiap saat terhadap pengeboman, penjarahan, pembunuhan, dan segala ketidakadilan yang dilakukan oleh orang2 yg mengatasnamakan perebutan kembali tanah milik mereka
Ke negeri yang pedih karena para muslim yg seharusnya bertitel saudara tidak bertindak seperti saudara (baca: tidak mendukung)

Kawan..
Sekali lagi, ingatlah..
Kita harus peka
Selalu lihat ke bawah tapi jangan lupa lihat ke atas juga
Selalu lihat ke depan tapi sesekali jangan lupa untuk menoleh ke belakang juga

In order to be a better person, we can't improve urself only without caring 4 others

Kawan..
Bayangkanlah kesepiannya mereka yang tidak memiliki keluarga, mereka yg dimusuhi, dikucilkan, apalagi kesepian dan kepedihan orang-orang yang ditinggal mati keluarganya yang terbunuh di depan mata mereka

Kawan...
Jangan terlalu sedih walaupun kadang orang suka meremehkan kita
Di belahan dunia di sebelah mana pun, banyak sekali orang-orang terbuang yg mungkin jauuuuhh lebih tersakiti daripada kita
Mereka dianggap hina
Mereka dipandang rendah
Entah berapa banyak cacian yg sudah mereka dengar
Perlakuan kasar yang mereka dapat juga tak terhitung
Lihatlah semuanya lebih dekat..dan kita akan sadar betapa sempurnanya hidup kita, paling tidak bagi diri kita sendiri

Oleh : Mariani Tri Agustina
www.dudung.net

Selasa, 28 April 2009

Some Blogger templates that I like so much!

Udah lama gak ngurusin blog, baru sekarang bikin blog baru lagi, jadi semriwing (ekspresi : mau terbang :) .... karena melihat desain template blog yang keren-keren.... Sembari browsing-browsing dapet 2 situs yang menyediakan desain template yang state-of-the-art sekali...! Situs-situs adalah mashable dan eblogtemplates.

disini saya hidangkan 10 terbaik menurut saya :
1. Dilectio. Cocok untuk konten yang ringan atau blog pribadi. Enak dilihat dan warnanya bagus banget.


2. iWork. Kesannya office sekali. Bagus diisi dengan konten kisah perjalanan atau catatan harian orang kantoran. Kesannya kayak punya mading di blog :D

3.Fresh template blogger. Desainnya sederhana tapi warnanya sdap dipandang. Biru menyejukkan. Cool!

4.Dark Spark. Awalya saya mau pakai theme ini. Tapi setelahdiinstal, kayaknya ada yang kurang sreg. Apaa gitu. By the way .. birunya soft sekali ya? jangan tertipu dengan oren pada logo blogger. It's not part of the theme!

5.Erudite. I do love this theme. Clean and soft. Gak neko-neko dan menyejukkan hati... hah.....
6.Glass. Kenapa dari tadi kebanyakan biru ya? well.. I'm one of the BlueHolic man that still exist till today. Seperti negeri di awan.

7.WP-Polaroid. Theme yang satu ini bertabur fitur-fitur canggih. Salah satunya ada slideshow foto dari flickr. telah didownload lebih dari 20000 user. Jangan pake
8.Blogging pro template. Minim gambar. Cocok buat taro Ads dimana-mana.
9.iTheme Techno 2 Columns left. Theme bergaya MacOs. Cocok buat para MacManiac. BIrunya keren.. :D
10.Langit. Entah kenapa namanya langit. Rasanya agak ragu kalo theme ini dibuat sama orang Indonesia. Tapi chemistry -nya begitu kuat hingga saya memilih tema ini untuk blog pribadi saya. Yah... saya taro di urutan 10 biar mudah diingat. Biasanya yang terakhir itu yang paling diingat heu...


Dari dua situs di atas, cara installnya beda-beda. Cara mendownloadnya juga ada yang harus registrasi terlebih dahulu. Tapi free kok. Tinggal didownload dan diunggah ke tata-letak blog kita. Tapi jangan puas dulu. beberapa theme gak langsung instan bisa dinikmati. Terkadang ada hal-hal yang secara manual harus kita lakukan sendiri yang gak bisa dikerjain sama kode-kode XML itu. So, baca keterangan dari situs penyedia template itu ya.

Senin, 27 April 2009

Salam taaruf, ups! Kenalan.... he..

Assalaamualaikum...

Kenalkan nama saya Yahdi Siradj. Seorang lelaki kelahiran Bandung yang menangis pertama kali 16 maret 1987 silam. Sekarang kuliah di ITB (2009) angkatan 2005 dengan mengambil jurusan elektro subjur teknik komputer. Domisili di Bandung, kabupaten bandung tepatnya. Atau bandung coret istilah teman-teman tetangga sebelah.

Waktu kecil sekolah di SD Assalaam Bandung. SMPnya di SMP 5 bandung. SMA nya SMA 3 Bandung. Eh, dikasih kesempatan buat kuliah di ITB alhamdulillah... Orang bilang ini jalur impian atau the dreampath. Ah, bagiku ini amanah yang harus kupertanggung jawabkan kelak.

Aktivitas doyan browsing internet. Kalau di muka bumi banyak bermain dengan anak-anak smp sebagai pembina remaja mesjid. Interest atau hobby masih fluktuatif. Mungkin dengan membuat blog -yang kesekian kalinya- ini dapat membuatku menemukan diriku sebenarnya hehe..

facebook ada di sini

Nice to meet you brother ans sisters!

wassalaamualaikum...